Thursday, 3 September 2026
BREAKING
BERITA

Bursa Efek Indonesia Tunda IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Akibat Belum Kantongi Restu OJK

Oleh Emanuel September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

PT Swayasa Prakarsa (SWAP) dipastikan menunda rencana penawaran umum perdana saham (IPO). Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi penundaan ini disebabkan perusahaan belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa proses IPO sebuah perusahaan baru dapat berlanjut setelah mendapatkan izin dari OJK. “Kita melihat mereka belum mendapatkan Pernyataan Efektif dari OJK,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Senin (20/5/2024).

Sebelumnya, Swayasa Prakarsa telah mengajukan permohonan pencatatan saham perdana di BEI. Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan ini menargetkan untuk melepas sebanyak-banyaknya 1,66 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana.

Dalam prospektus awal yang dirilis pada 13 Mei 2024, Swayasa Prakarsa berencana untuk menawarkan harga penawaran di kisaran Rp 100 hingga Rp 120 per saham. Dengan rentang harga tersebut, perusahaan diperkirakan dapat meraup dana segar senilai Rp 166 miliar hingga Rp 199,2 miliar.

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini rencananya akan digunakan untuk beberapa keperluan. Sekitar 30% akan dialokasikan untuk belanja modal guna mendukung kegiatan operasional perusahaan. Sisanya, sekitar 70%, akan digunakan untuk modal kerja. Modal kerja ini mencakup pembiayaan persediaan barang, biaya operasional, serta pembiayaan kegiatan operasional lainnya.

Perlu dicatat bahwa penundaan ini bukan berarti pembatalan IPO Swayasa Prakarsa. Prosesnya hanya tertunda hingga perusahaan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh OJK untuk mendapatkan Pernyataan Efektif. Detail lebih lanjut mengenai kelanjutan rencana IPO ini akan bergantung pada perkembangan proses perizinan dari OJK.

Bagikan: Facebook X WhatsApp