Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap adanya indikasi ribuan penerima Bantuan Sosial (Bansos) yang terlibat dalam aktivitas judi online. Temuan ini mendorong Kemensos untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap data para penerima bantuan tersebut. Menteri Sosial Tri Rismaharini menduga kuat adanya penyalahgunaan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai akar permasalahan ini.
Dalam keterangan persnya pada hari Rabu (26/6/2024), Mensos Risma menyatakan keprihatinannya atas temuan ini. Beliau menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 4.000 penerima bansos yang terindikasi melakukan judi online. Angka ini didapatkan setelah Kemensos melakukan verifikasi data penerima bantuan.
“Kami sampai bingung, ini kok datanya bisa muncul di situ (judi online)?,” ujar Mensos Risma dengan nada heran saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta. Beliau menambahkan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya celah yang bisa disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Mensos Risma menduga bahwa banyak dari penerima bansos tersebut yang tidak benar-benar membutuhkan bantuan. Dugaan ini mengarah pada kemungkinan adanya penyelewengan data KTP. Menurutnya, data KTP yang seharusnya digunakan untuk identifikasi penerima yang berhak, justru dimanfaatkan oleh pihak lain untuk melakukan pendaftaran bansos secara fiktif demi keuntungan pribadi.
“Ini bukan orang-orang itu (penerima bansos) yang melakukan, tapi kami menduga kuat datanya (KTP) diambil dan didaftarkan oleh orang lain. Jadi, itu yang saya katakan, banyak KTP yang disalahgunakan,” tegas Mensos Risma. Beliau menjelaskan bahwa praktik ini sangat merugikan negara dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah.
Untuk mengatasi masalah ini, Kemensos berencana untuk melakukan pemadanan data penerima bansos dengan data kependudukan. Langkah ini diharapkan dapat memfilter penerima yang tidak tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan data di masa mendatang. Mensos Risma juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menjaga data pribadi mereka agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pihak Kemensos juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk menindaklanjuti temuan ini dan memproses pelaku penyalahgunaan data jika terbukti bersalah. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kemensos untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran dan efektif.
