Thursday, 3 September 2026
BREAKING
POLITIK

Konstruksi Koperasi Desa Merah Putih di Dekat Makam Cirebon Tuai Sorotan Warga

Oleh Danu Ilham September 3, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Sebuah bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang baru saja berdiri di wilayah Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat. Keberadaan gedung tersebut di area yang berdekatan dengan pemakaman umum sontak mengejutkan warga setempat.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cigobang, Ade Supriadi, angkat bicara mengenai keresahan yang muncul di kalangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan gedung tersebut telah melalui proses perizinan yang sesuai dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Ade menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan KDMP di dekat area pemakaman bukanlah tanpa pertimbangan. “Memang lokasinya berdekatan dengan makam, tapi kami sudah melakukan kajian dan konsultasi. Lokasi ini dipilih karena lahan yang tersedia dan aksesibilitasnya,” ujar Ade Supriadi pada Kamis (21/12/2023).

Ia menambahkan bahwa pembangunan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat. “Semua prosedur sudah kami ikuti. Kami juga sudah bertemu dengan juru kunci makam dan warga sekitar untuk menjelaskan tujuan pembangunan ini,” imbuhnya.

Pembangunan gedung KDMP ini sendiri merupakan bagian dari upaya revitalisasi dan pengembangan koperasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Cigobang. Ade berharap dengan adanya fasilitas baru ini, aktivitas koperasi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan anggota.

Meskipun demikian, Ade memahami kekhawatiran yang timbul di masyarakat. Ia berjanji akan terus menjalin komunikasi terbuka dengan warga dan memastikan bahwa operasional KDMP tidak akan mengganggu ketenangan area pemakaman.

Lebih lanjut, Ade Supriadi menyatakan bahwa KDMP Cigobang akan berupaya untuk menjaga harmonisasi antara kegiatan ekonomi dan nilai-nilai budaya serta keagamaan yang ada di masyarakat. “Kami akan pastikan kegiatan kami tidak bertentangan dengan norma yang ada. Kami juga terbuka untuk saran dan masukan dari warga,” tutupnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp