Thursday, 3 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Uber Pangkas 3.300 Karyawan Seiring Ambisi Kendaraan Otonom

Oleh Herfansyah September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Uber mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.300 karyawannya, yang mewakili sekitar 10% dari total tenaga kerja globalnya. Langkah drastis ini diambil perusahaan seiring dengan ambisi besar mereka dalam mengembangkan teknologi kendaraan otonom, termasuk investasi lebih dari 10 miliar dolar AS untuk mewujudkan robotaxi.

Keputusan PHK ini diumumkan oleh CEO Uber, Dara Khosrowshahi, melalui sebuah memo internal yang beredar pada Rabu (06/05/2020). Dalam memo tersebut, Khosrowshahi menyatakan bahwa PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan yang bertujuan untuk mengoptimalkan operasional dan memfokuskan sumber daya pada area yang paling strategis, terutama dalam pengembangan teknologi masa depan.

Khosrowshahi menjelaskan bahwa meskipun sulit, PHK ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis Uber dalam jangka panjang. “Kami harus membuat keputusan sulit hari ini yang akan berdampak pada banyak rekan kerja yang berdedikasi,” ujarnya dalam memo tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap struktur organisasi dan operasional perusahaan.

Langkah PHK ini juga mencerminkan pergeseran prioritas Uber. Perusahaan diketahui telah menggelontorkan investasi signifikan, melebihi 10 miliar dolar AS, untuk pengembangan kendaraan otonom. Fokus pada robotaxi ini dipandang sebagai ancaman sekaligus peluang besar bagi model bisnis transportasi konvensional. Investasi besar ini menunjukkan keyakinan Uber terhadap masa depan transportasi tanpa sopir, yang berpotensi merevolusi industri dan mengubah lanskap mobilitas perkotaan.

Selain PHK, Uber juga mengambil langkah efisiensi lainnya. Perusahaan mengumumkan penghentian sementara layanan ridesharing di 31 negara dan penyesuaian operasional di pasar-pasar lain. Langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak pandemi COVID-19 yang telah sangat memukul sektor transportasi global. Penurunan permintaan perjalanan penumpang secara drastis memaksa Uber untuk melakukan penyesuaian strategis guna menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp