Thursday, 3 September 2026
BREAKING
BERITA

Beban Biaya Marketplace Menggerus Keuntungan UMKM, Strategi Efisien Jadi Kunci Bertahan

Oleh Emanuel September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Besarnya biaya yang dikenakan oleh platform marketplace, yang bahkan bisa mencapai 18 persen, kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Tekanan finansial ini secara langsung menggerus margin keuntungan, memaksa para pelaku UMKM untuk segera mencari cara agar tetap bisa bernapas dan menjaga profitabilitas di tengah persaingan ketat era digital.

Analisis menunjukkan bahwa biaya komisi, biaya layanan, hingga biaya promosi yang dibebankan oleh marketplace menjadi pos pengeluaran signifikan bagi UMKM. Angka 18 persen, yang disebutkan sebagai batas atas biaya tersebut, tentu saja bukan nominal kecil bagi usaha yang seringkali beroperasi dengan modal terbatas. Situasi ini menuntut para pelaku UMKM untuk tidak hanya bergantung pada satu platform, melainkan mengembangkan strategi penjualan yang lebih cerdas dan efisien.

Salah satu strategi yang patut dipertimbangkan adalah diversifikasi kanal penjualan. Alih-alih hanya mengandalkan marketplace besar, UMKM dapat menjajaki opsi lain seperti penjualan langsung melalui media sosial, website pribadi, atau bahkan bergabung dengan komunitas penjual yang memiliki jangkauan lebih spesifik. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber biaya yang besar.

Selain itu, optimalisasi strategi promosi menjadi krusial. UMKM perlu lebih cermat dalam memilih jenis promosi yang paling efektif untuk produk mereka, serta memantau dengan teliti Return on Investment (ROI) dari setiap anggaran promosi yang dikeluarkan. Penggunaan fitur promosi berbayar di marketplace pun harus dilakukan secara selektif dan terukur, agar tidak menjadi bumerang bagi margin keuntungan.

Pentingnya manajemen biaya operasional secara keseluruhan juga tidak bisa diabaikan. Mulai dari pengelolaan stok barang, efisiensi proses produksi, hingga pemilihan bahan baku yang tepat, semuanya berkontribusi pada kemampuan UMKM untuk menyerap biaya-biaya eksternal. Dengan menekan biaya internal, UMKM memiliki ruang lebih besar untuk menghadapi tingginya biaya platform digital.

Menghadapi tantangan ini, para pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Kolaborasi dengan sesama UMKM, misalnya, dapat membuka peluang untuk berbagi sumber daya, informasi pasar, atau bahkan menciptakan program promosi bersama yang lebih terjangkau. Kuncinya adalah tidak terpaku pada satu model bisnis, melainkan terus mencari celah dan ruang untuk bernapas agar usaha tetap tumbuh dan berkembang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp