Thursday, 3 September 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Skandal Adopsi Paksa di Inggris Terungkap: Ribuan Ibu Dipaksa Pisahkan Diri dari Bayi

Oleh Danu Ilham September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Ribuan wanita di Inggris menjadi korban skandal adopsi paksa yang melibatkan negara, di mana mereka dipaksa untuk menyerahkan bayi mereka yang baru lahir. Skandal ini, yang terungkap dalam laporan terbaru, menyoroti praktik mengerikan yang terjadi selama beberapa dekade, meninggalkan luka mendalam bagi para ibu dan keluarga yang terdampak.

Laporan tersebut mengungkap bahwa kebijakan negara secara sistematis memaksa perempuan, termasuk ibu tunggal dan mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi sulit, untuk melepaskan anak-anak mereka. Proses ini seringkali dilakukan dengan tekanan emosional dan psikologis yang luar biasa, tanpa mempertimbangkan hak dan kesejahteraan ibu serta anak.

Detail mengerikan dari skandal ini mulai terkuak melalui investigasi mendalam yang mengungkap bagaimana institusi negara, termasuk rumah sakit dan badan kesejahteraan anak, memainkan peran sentral dalam pemisahan paksa ini. Banyak ibu diberitahu bahwa mereka tidak mampu merawat bayi mereka, atau bahwa adopsi adalah satu-satunya pilihan terbaik bagi masa depan anak.

“Ini adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan yang paling mendasar,” ujar seorang juru bicara dari kelompok advokasi korban, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan awal, menekankan dampak traumatis yang dialami para ibu. “Mereka dijanjikan bahwa anak-anak mereka akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun kenyataannya adalah kehilangan yang tak terperi.”

Angka pasti dari jumlah anak yang diadopsi secara paksa masih terus dihitung, namun perkiraan awal menunjukkan bahwa jumlahnya mencapai ribuan. Laporan ini juga menyoroti kurangnya dukungan dan pengakuan terhadap para korban selama bertahun-tahun, yang semakin memperparah penderitaan mereka.

Pemerintah Inggris kini menghadapi tekanan untuk memberikan pengakuan resmi atas kesalahan yang telah terjadi dan untuk menyediakan kompensasi serta dukungan yang memadai bagi para penyintas skandal adopsi paksa ini. Tuntutan untuk akuntabilitas dan reformasi sistem kesejahteraan anak semakin menguat, seiring dengan upaya untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp