Friday, 4 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

WHO Identifikasi Tujuh Pemicu Baru Demensia, Termasuk Polusi Udara yang Bisa Dimodifikasi

Oleh Muzairi M September 4, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini merilis daftar tujuh faktor risiko baru yang teridentifikasi dapat memicu penyakit demensia. Menariknya, sebagian besar dari faktor-faktor tersebut ternyata dapat diintervensi dan dimodifikasi untuk mengurangi potensi risiko.

Temuan ini merupakan hasil pembaruan dari panduan WHO sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2019. Pembaruan ini didasarkan pada tinjauan sistematis terhadap bukti ilmiah terbaru yang mengaitkan berbagai faktor risiko dengan penurunan kognitif dan demensia. Tujuannya adalah untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan terkini kepada para pembuat kebijakan dan masyarakat umum.

Faktor risiko baru yang diungkapkan WHO mencakup beberapa aspek gaya hidup dan lingkungan. Salah satunya adalah paparan polusi udara, yang semakin kuat dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Selain itu, faktor lain yang kini masuk dalam daftar risiko baru adalah kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, paparan timbal, cedera kepala traumatis, serta kurangnya interaksi sosial dan stimulasi kognitif. Faktor ketujuh yang baru teridentifikasi adalah gangguan pendengaran.

Pentingnya pembaruan ini terletak pada penekanan bahwa banyak dari faktor risiko ini bersifat modifiable, artinya dapat diubah atau dikurangi melalui intervensi yang tepat. Misalnya, mengurangi paparan polusi udara dapat dilakukan melalui kebijakan lingkungan yang lebih baik dan kesadaran masyarakat. Demikian pula, gaya hidup aktif, konsumsi alkohol yang bijak, dan menjaga kesehatan pendengaran dapat secara signifikan menurunkan risiko.

Dalam panduan yang diperbarui, WHO juga menegaskan kembali pentingnya faktor risiko yang sudah diketahui sebelumnya, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, merokok, dan depresi. Kombinasi antara pemahaman faktor risiko baru dan yang sudah ada ini diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan demensia yang lebih efektif di tingkat global. WHO menekankan bahwa pencegahan demensia adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu, keluarga, komunitas, dan pemerintah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp