Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Waspada! Aplikasi Smart TV Bisa Ubah Perangkat Anda Jadi Jaringan Internet Ilegal

Oleh Heni Maulidya August 5, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Aplikasi berbahaya kini mengintai di berbagai platform, tak terkecuali toko aplikasi smart TV. Samsung baru-baru ini dilaporkan telah melarang aplikasi yang diduga mengubah smart TV penggunanya menjadi ‘resproxy’ network, sebuah jaringan yang membagikan koneksi internet kepada pihak tak dikenal. Tindakan ini diambil setelah terungkap bahwa ‘ratusan juta’ pengguna Samsung TV berpotensi mengunduh aplikasi-aplikasi tersebut, menempatkan sebagian besar pelanggannya dalam risiko.

Ironisnya, aplikasi yang dimaksud tidak selalu terlihat mencurigakan. Salah satunya adalah game Pac-Man yang bahkan dipromosikan oleh Samsung sendiri melalui fitur ‘Editor’s Choice’ di smart TV mereka. Penemuan ini berasal dari firma keamanan Mnemonic, yang mengidentifikasi perusahaan pengumpul data, Bright Data, sebagai sumber kode berbahaya tersebut. Kode ini memungkinkan orang asing untuk merutekan lalu lintas web mereka melalui koneksi internet rumah pengguna.

Setelah terpasang, aplikasi berbahaya ini tidak memerlukan kondisi terbuka untuk diakses oleh pihak luar. Jaringan ‘resproxy’ semakin sering dimanfaatkan untuk kejahatan siber karena menyulitkan pelacakan aktivitas ilegal. Sebagai contoh, seseorang di Inggris bisa menggunakan koneksi internet di Arizona, membuatnya hampir mustahil untuk dilacak.

Samsung sendiri mungkin terkejut dengan adanya aplikasi semacam ini di toko resminya. Namun, banyak dari aplikasi ini menggunakan trik cerdik untuk menghindari deteksi, seperti program yang sangat sederhana dengan sedikit baris kode. Aplikasi tersebut menarik konten dari server jarak jauh, menciptakan ilusi fungsionalitas penuh. Dari sudut pandang Samsung, aplikasi ini tampak sederhana dan aman.

Masalah ini tidak terbatas pada Samsung. LG juga dilaporkan telah melarang aplikasi serupa setelah ditemukan bahwa lebih dari 40% aplikasi di marketplace-nya menambahkan smart TV pengguna ke dalam jaringan proxy. Komplikasi lain muncul karena aplikasi yang sah pun ternyata mengandung kode Bright Data. Misalnya, Play.Works, yang melisensikan game populer seperti Pac-Man, Space Invaders, Tetris, Doodle Jump, dan SpongeBob, menyertakan kode Bright Data dalam port game mereka. Pengguna mungkin menganggap mengunduh aplikasi SpongeBob resmi aman, tanpa menyadari adanya kode ‘sleeper resproxy’ di dalamnya.

Meskipun Samsung dan LG telah mengambil langkah pencegahan dengan melarang aplikasi tersebut, risiko tetap ada pada produsen smart TV lain yang mungkin belum menyadarinya. Para peneliti menemukan bahwa penginstalan aplikasi saja tidak langsung mengubah TV menjadi perangkat ‘resproxy’. Kode tersebut perlu diaktifkan secara eksplisit melalui persetujuan pengguna pada layar konfirmasi. Oleh karena itu, pengguna diimbau untuk selalu waspada terhadap pop-up yang muncul di aplikasi smart TV mereka dan menolak persetujuan yang tidak dipahami atau tidak relevan dengan fungsi aplikasi.

Langkah pencegahan umum lainnya adalah menghapus aplikasi yang mencurigakan atau yang sudah tidak digunakan. Meskipun kode bisa berjalan tanpa aplikasi terbuka, kode tersebut akan terhapus bersama dengan penghapusan aplikasi. Sebelum menginstal aplikasi di smart TV, atau perangkat lainnya, periksa dengan cermat dan bersikap skeptis. Perhatikan deskripsi aplikasi di toko, pastikan bebas dari kesalahan ejaan atau tata bahasa. Periksa gambar dan perhatikan kualitasnya serta kesesuaiannya dengan deskripsi. Baca ulasan pengguna, baik yang negatif maupun yang terindikasi palsu.

Selain itu, selidiki pengembang aplikasi. Apakah mereka membuat aplikasi lain? Apakah aplikasi tersebut terlihat sah? Secara umum, toko aplikasi smart TV memiliki reputasi yang kurang baik. Sebaiknya hindari mengunduh aplikasi di smart TV sebisa mungkin. Meskipun aplikasi streaming mainstream cenderung aman, terlalu banyak celah potensial yang ada untuk memastikan keamanan berbagai game dan aplikasi utilitas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp