Seorang perempuan asal Indonesia memilih jalur karier yang tak lazim dengan bergabung menjadi tentara di Kamboja. Keputusannya ini terbilang unik, terlebih karena ia diizinkan untuk tetap mengenakan cadar dalam kesehariannya bertugas. Saat ini, ia telah ditempatkan di unit yang berfokus pada pemberantasan perdagangan manusia.
Kisah inspiratif ini bermula dari kecintaannya pada negara Kamboja dan keinginannya untuk berkontribusi pada perdamaian serta keamanan di sana. Ia melihat adanya peluang untuk mengabdikan diri melalui jalur militer, sebuah profesi yang umumnya didominasi oleh laki-laki.
Menurut pengakuannya, keputusan untuk menjadi tentara Kamboja bukanlah hal yang mudah. Ia harus melalui berbagai proses seleksi dan pelatihan yang ketat. Namun, semangatnya tak pernah padam. “Saya ingin membuktikan bahwa perempuan, termasuk yang berhijab dan bercadar, mampu berkontribusi dalam tugas-tugas negara,” ujarnya.
Salah satu poin penting yang membuat pengalamannya semakin istimewa adalah kebijakan mengenai penampilan. Pihak militer Kamboja memberikan kelonggaran baginya untuk tetap mengenakan cadar. Hal ini menunjukkan adanya sikap inklusif dan penghargaan terhadap keyakinan individu dalam institusi tersebut. “Ini adalah bentuk toleransi yang luar biasa. Saya merasa dihargai dan diterima sepenuhnya,” tambahnya.
Saat ini, ia tengah menjalankan tugasnya di garda terdepan pemberantasan perdagangan manusia. Unit ini berperan krusial dalam melindungi korban dan menindak pelaku kejahatan yang meresahkan. Ia berdedikasi penuh untuk menjalankan tugasnya dengan profesional dan penuh tanggung jawab.
Kisah perempuan asal Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa batasan-batasan tradisional dapat ditembus. Dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, impian untuk berkarier di bidang yang beragam, bahkan di negara lain, dapat terwujud. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani mengejar cita-cita mereka tanpa terhalang oleh pandangan konvensional.
