Monday, 17 August 2026
BREAKING
DUNIA

Wabah Ebola di Kongo Menjadi yang Paling Mematikan dalam Sejarah

Oleh Rini Widiyarti August 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (DRC) kini tercatat sebagai yang paling mematikan dalam sejarah. Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan, menjadikannya ancaman kesehatan global yang serius. Wabah ini disebabkan oleh spesies langka Ebola bernama Bundibugyo, yang menambah kompleksitas dalam penanganan dan pencegahannya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 24 April 2019, tercatat sebanyak 1.649 kematian akibat wabah ini. Angka ini terus bertambah seiring dengan penyebaran virus yang belum terkendali di beberapa wilayah. Wabah yang dimulai pada 1 Agustus 2018 ini telah menjadi yang paling cepat berkembang dalam catatan sejarah, menunjukkan keganasan virus Bundibugyo.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap situasi ini. “Kami menghadapi situasi yang sangat sulit di negara ini,” ujar Dr. Tedros dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa respons terhadap wabah ini semakin kompleks karena adanya serangan terhadap fasilitas kesehatan dan personel medis. “Setiap serangan terhadap fasilitas kesehatan adalah serangan terhadap kemanusiaan,” tegasnya.

Penyebaran virus Ebola yang cepat dan mematikan ini menimbulkan tantangan besar bagi tim medis yang berjuang di lapangan. Upaya penanggulangan terus dilakukan, termasuk program vaksinasi yang digalakkan oleh WHO dan mitra lokal. Namun, kondisi keamanan yang tidak stabil di beberapa area terdampak, seperti di kota Beni, menghambat akses tim medis dan distribusi bantuan.

Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan DRC menunjukkan bahwa sebagian besar kasus terkonsentrasi di provinsi Kivu Utara dan Ituri. Pemerintah DRC bersama dengan WHO dan badan-badan kemanusiaan internasional terus berupaya untuk mengendalikan penyebaran virus, melakukan pelacakan kontak, dan memberikan perawatan bagi pasien yang terinfeksi. Namun, tingginya angka kematian dan terus bertambahnya kasus baru menegaskan bahwa perjuangan melawan wabah Ebola ini masih jauh dari kata selesai.

Bagikan: Facebook X WhatsApp