Temuan studi genetik terbaru mengungkap bahwa individu yang memiliki resistensi insulin ringan dan bersifat seumur hidup, yang terkait dengan varian genetik spesifik, menunjukkan risiko yang serupa dengan populasi umum terhadap diabetes, penyakit kardiovaskular, dan mortalitas akibat segala sebab. Penelitian ini membuka pandangan baru mengenai dampak genetik pada kesehatan metabolik.
Dalam riset yang dijadwalkan akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes, para peneliti menganalisis profil kardiometabolik dan berbagai hasil kesehatan pada orang dewasa yang membawa varian heterozigot langka pada gen reseptor insulin (INSR). Jacques Murray Leech, seorang asisten peneliti pascasarjana di departemen klinis dan biomedis, menjelaskan bahwa temuan ini mengindikasikan bahwa tidak semua bentuk resistensi insulin memiliki implikasi kesehatan yang sama.
Secara spesifik, studi ini mengidentifikasi bahwa individu yang mewarisi satu salinan dari varian genetik tertentu pada gen INSR, yang menyebabkan bentuk resistensi insulin yang lebih ringan dan telah ada sejak lama, tidak mengalami peningkatan risiko signifikan untuk berbagai kondisi kronis. Ini berbeda dengan resistensi insulin yang lebih parah atau yang berkembang di kemudian hari, yang diketahui berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Analisis data mencakup evaluasi mendalam terhadap berbagai indikator kesehatan, termasuk kadar gula darah, profil lipid, tekanan darah, dan penanda inflamasi. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun individu-individu ini secara teknis didiagnosis dengan resistensi insulin, dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang mereka tampaknya minimal, setara dengan individu tanpa varian genetik tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang mekanisme biologis yang memungkinkan kompensasi atau adaptasi dalam tubuh mereka.
Temuan ini penting karena dapat membantu mengklarifikasi stratifikasi risiko bagi individu dengan variasi genetik yang terkait dengan resistensi insulin. Leech menambahkan, “Studi kami menunjukkan bahwa tidak semua orang dengan resistensi insulin sama. Ada perbedaan penting dalam risiko penyakit yang terkait dengan mekanisme mendasar dari resistensi insulin tersebut.” Penemuan ini berpotensi mengarah pada pendekatan yang lebih personal dalam pencegahan dan manajemen penyakit metabolik di masa depan, dengan mempertimbangkan profil genetik individu.
