Friday, 21 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Valproate pada Ayah Tak Tingkatkan Risiko Gangguan Neurodevelopmental pada Anak

Oleh Rini Widiyarti August 21, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Paparan valproate dari pihak ayah tidak menunjukkan kaitan dengan peningkatan risiko gangguan neurodevelopmental atau kelainan kongenital pada anak. Kesimpulan ini didasarkan pada data yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Neurology.

Studi kohort kelahiran tersebut mengindikasikan bahwa dalam kondisi di mana valproate menjadi pilihan utama atau satu-satunya obat antikonvulsan yang efektif bagi pasien pria, bukti yang ada tidak mendukung untuk menghindari penggunaannya. Hal ini diungkapkan oleh Meng-Han Tsai, MD, PhD, direktur departemen riset medis di Kaohsiung Chang Gung Memorial Hospital.

Menurut Dr. Tsai, kekhawatiran akan risiko tersebut mungkin menyebabkan pasien mengalami pengobatan yang tidak memadai atau tertunda untuk kejang mereka. “Jika seorang pria membutuhkan valproate untuk mengendalikan kejangnya, ia tidak perlu khawatir tentang paparan valproate pada keturunannya,” ujar Dr. Tsai.

Penelitian ini meninjau data dari 17.273 anak dari ayah yang menggunakan valproate dan 17.273 anak dari ayah yang menggunakan obat antikonvulsan lainnya. Data tersebut dikumpulkan dari tahun 2000 hingga 2019.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat diagnosis gangguan neurodevelopmental, seperti gangguan spektrum autisme (ASD) dan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD), antara kedua kelompok anak. Demikian pula, tingkat kelainan kongenital tidak berbeda secara substansial.

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini penting untuk memberikan panduan yang lebih jelas kepada pasien pria dan dokter mereka. Keputusan pengobatan harus mempertimbangkan manfaat pengendalian kejang yang efektif, dengan mempertimbangkan potensi risiko yang tidak terbukti secara signifikan dalam studi ini.

Valproate adalah obat antikonvulsan yang digunakan untuk mengobati epilepsi dan gangguan bipolar. Sebelumnya, penelitian lebih banyak berfokus pada risiko paparan valproate dari ibu selama kehamilan. Studi baru ini memberikan perspektif penting mengenai potensi risiko dari paparan pihak ayah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp