Kyiv melancarkan serangan drone terhadap dua kilang minyak di wilayah Rusia pada Selasa (12/3/2024), menurut laporan media dan pejabat setempat. Serangan ini menjadi bagian dari upaya Ukraina untuk mengganggu kemampuan finansial Rusia dalam membiayai perang yang sedang berlangsung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa tujuan utama dari serangan-serangan tersebut adalah untuk membatasi pendapatan yang digunakan Rusia “untuk membiayai” perang. Pernyataan ini disampaikan Zelenskyy dalam pidato malamnya pada Selasa.
Salah satu kilang minyak yang menjadi sasaran adalah fasilitas milik Rosneft di Ryazan, sekitar 200 kilometer (125 mil) selatan Moskow. Serangan drone dilaporkan menyebabkan kebakaran di kilang tersebut. Otoritas setempat mengkonfirmasi adanya insiden tersebut, namun detail lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan masih minim.
Selain itu, kilang minyak lainnya yang menjadi target berada di wilayah Nizhny Novgorod, yang berjarak lebih dari 600 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan di lokasi ini juga dikabarkan menimbulkan dampak, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai sejauh mana kerusakan atau korban jiwa.
Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia bukanlah hal baru. Sejak invasi skala penuh dilancarkan oleh Rusia pada Februari 2022, Ukraina telah berulang kali melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak dan gas di wilayah Rusia. Langkah ini merupakan strategi Kyiv untuk memberikan tekanan ekonomi kepada Moskow sembari melemahkan kemampuan militer mereka.
Sebelumnya, pada Senin (11/3/2024), dilaporkan bahwa Ukraina telah menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Belgorod. Serangan ini juga dilaporkan menggunakan drone dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas tersebut. Serangkaian serangan ini menunjukkan peningkatan intensitas dan jangkauan operasi drone Ukraina terhadap target-target strategis di dalam wilayah Rusia.
Pihak Rusia sendiri belum memberikan komentar resmi yang mendalam mengenai serangan terbaru ini. Namun, sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia kerap melaporkan keberhasilan mereka dalam mencegat sejumlah drone Ukraina yang diarahkan ke berbagai wilayah negara tersebut.
