Uji klinis kanker yang didanai oleh pemerintah federal membebani jutaan dolar untuk biaya obat-obatan, demikian temuan sebuah evaluasi terhadap hampir 1.400 studi. Biaya ini bahkan bisa lebih tinggi secara signifikan jika uji coba tersebut dipimpin oleh peneliti federal.
Evaluasi tersebut mengungkapkan bahwa biaya median per uji coba melampaui angka 7,5 juta dolar AS. Namun, untuk uji coba yang sepenuhnya dipimpin oleh peneliti federal, pengeluaran melonjak menjadi lebih dari 11 juta dolar AS. Perbedaan ini menunjukkan adanya potensi efisiensi yang dapat dieksplorasi dalam pengelolaan uji coba.
Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa uji coba fase 3, yang merupakan tahap akhir dalam pengembangan obat, memiliki biaya median obat yang sangat besar, mencapai hampir 60 juta dolar AS. Hal ini menggarisbawahi skala investasi yang diperlukan untuk membawa terapi baru ke pasar.
Analisis juga menyoroti bahwa uji coba yang mengevaluasi imunoterapi dan agen bertarget menunjukkan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan uji coba yang melibatkan kemoterapi. Perbedaan ini kemungkinan besar disebabkan oleh kompleksitas dan harga agen terapeutik yang lebih baru dan inovatif.
Selain itu, biaya untuk agen eksperimental, yang merupakan kandidat obat yang masih dalam tahap pengembangan awal, juga menjadi faktor signifikan dalam total pengeluaran uji coba. Perkembangan teknologi dan penemuan obat baru terus mendorong peningkatan biaya ini, yang pada akhirnya berkontribusi pada kebutuhan pendanaan yang substansial untuk penelitian kanker.
