Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Uber Hentikan Operasi di Nigeria dan Uganda, Fokus ke Pasar Lain

Oleh Rini Widiyarti September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Uber dilaporkan telah menghentikan operasinya di Nigeria dan Uganda, efektif segera. Keputusan ini menandai tantangan yang terus dihadapi perusahaan layanan ride-hailing global di pasar Afrika, khususnya di negara dengan populasi terbesar di benua itu, Nigeria.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan Uber terhadap portofolio globalnya. Perusahaan mengonfirmasi bahwa penutupan operasi di kedua negara tersebut telah dilakukan. “Kami terus meninjau operasi kami di seluruh dunia dan secara berkala membuat penyesuaian. Kami telah menghentikan operasi di Nigeria dan Uganda,” ujar seorang juru bicara Uber kepada TechCrunch.

Meskipun Uber tidak merinci alasan spesifik di balik keputusan ini, pasar ride-hailing di Afrika memang dikenal memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan tantangan operasional tersendiri. Nigeria, dengan populasi yang sangat besar, seharusnya menjadi pasar yang menjanjikan, namun kenyataannya menunjukkan bahwa penetrasi dan profitabilitas layanan ride-hailing belum semudah yang diperkirakan.

Sebelumnya, Uber telah melakukan penyesuaian serupa di beberapa pasar lain di kawasan Afrika. Pada tahun 2020, Uber mengumumkan penghentian operasinya di Mesir. Langkah tersebut juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memfokuskan sumber daya pada pasar-pasar yang dianggap lebih strategis dan memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik.

Keputusan untuk keluar dari Nigeria dan Uganda ini kemungkinan besar didorong oleh analisis mendalam terhadap kinerja bisnis, lanskap persaingan lokal, serta faktor ekonomi makro di kedua negara tersebut. Di Nigeria, misalnya, persaingan dari pemain lokal dan regional yang lebih memahami pasar setempat, serta tantangan infrastruktur, bisa menjadi kendala signifikan bagi perusahaan global seperti Uber.

Uber sendiri telah berinvestasi besar di berbagai pasar di seluruh dunia untuk membangun dominasi dalam layanan mobilitas. Namun, keluar dari pasar seperti Nigeria dan Uganda menunjukkan bahwa strategi ekspansi tidak selalu berjalan mulus dan perusahaan harus siap melakukan restrukturisasi demi efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp