Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan usulan tak lazim di tengah memanasnya kembali ketegangan dengan Iran. Trump mengusulkan agar nama Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik krusial di Teluk Persia, diubah menjadi “Selat Trump”. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Rabu (24/7/2019), menyusul serangkaian insiden di perairan tersebut.
Usulan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ancaman Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. “Itu adalah jalur air yang sangat penting,” ujar Trump dalam sebuah acara kampanye di Florida, seperti dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa jika ada sesuatu yang terjadi di sana, ia ingin menamai selat tersebut sesuai namanya.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memuncak setelah Iran menembak jatuh drone militer AS pada Juni lalu. Insiden ini semakin memperparah situasi yang sudah memburuk akibat mundurnya AS dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018 dan pemberlakuan sanksi ekonomi yang ketat oleh Washington.
Selat Hormuz, yang membentang antara Teluk Persia dan Teluk Oman, merupakan jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak global. Sekitar sepertiga dari ekspor minyak mentah dunia melintasi selat ini. Oleh karena itu, setiap ancaman terhadap kebebasan navigasi di sana berpotensi menimbulkan gejolak besar di pasar energi internasional.
Dalam pidatonya, Trump juga menyinggung soal upaya AS untuk mengamankan pelayaran di selat tersebut. Ia mengindikasikan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya membentuk koalisi internasional untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz. Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang telah bergabung atau akan bergabung dalam koalisi tersebut.
Pernyataan Trump mengenai perubahan nama selat ini sontak menimbulkan berbagai reaksi. Sebagian pihak melihatnya sebagai manuver politik dan retorika khas Trump untuk menunjukkan ketegasan dalam menghadapi Iran. Sementara itu, yang lain khawatir usulan tersebut dapat semakin memperkeruh suasana dan menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah rawan konflik.
