Kisah epik dalam trilogi folk horror yang dimulai lebih dari 50 tahun lalu akhirnya menemukan titik akhir. Final film dalam rangkaian ini tidak hanya menutup saga sinematik yang mencekam, tetapi juga membawa kedamaian bagi keluarga sang pencipta, setelah penantian panjang.
Dua putra dari sutradara legendaris Robin Hardy, yang terkenal dengan karyanya di film ikonik “The Wicker Man”, kini telah berhasil menyelesaikan proyek ambisius ini. Film penutup trilogi ini melanjutkan warisan artistik sang ayah, memberikan penutupan emosional sekaligus artistik bagi sebuah era dalam genre folk horror.
Robin Hardy, yang meninggal pada tahun 2016, meninggalkan sebuah visi yang belum sepenuhnya terwujud. Putranya, melalui dedikasi dan kerja keras, telah mengambil alih tongkat estafet untuk mewujudkan impian terakhir sang ayah. Penyelesaian trilogi ini bukan sekadar pencapaian profesional, melainkan sebuah penghormatan mendalam terhadap karya dan warisan seorang seniman.
Meskipun detail spesifik mengenai film ketiga dan bagaimana ia secara naratif terhubung dengan dua pendahulunya belum sepenuhnya diungkapkan, pengumuman ini menandai momen penting bagi para penggemar genre folk horror. Ketiga film tersebut, yang dimulai dengan “The Wicker Man” (1973), kemudian “The Wicker Tree” (2011), kini akan memiliki babak penutup yang akan melengkapi keseluruhan cerita dan tema yang diusung oleh Robin Hardy.
Keputusan untuk melanjutkan dan menyelesaikan trilogi ini menunjukkan komitmen kuat dari keluarga Hardy untuk memastikan bahwa visi artistik sang sutradara dapat dinikmati oleh khalayak luas. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah karya seni dapat melampaui batas waktu dan diteruskan dari generasi ke generasi, memberikan makna baru dan penutupan yang berarti.
