Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Tren ‘Slow Travel’ Menggema di Kalangan Turis Asia, Tinggalkan Jejak Liburan Bermakna

Oleh Muzairi M September 1, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Pergeseran preferensi liburan kini tengah melanda wisatawan di Asia. Tren ‘fast travel’ yang mengutamakan kecepatan dan padatnya destinasi mulai ditinggalkan, digantikan oleh konsep ‘slow travel’ yang menawarkan pengalaman lebih santai dan mendalam. Gaya perjalanan baru ini menekankan pada kualitas interaksi, pemahaman budaya, dan keberlanjutan.

Perubahan ini didorong oleh keinginan para pelancong untuk mendapatkan pengalaman yang lebih otentik dan meninggalkan jejak positif di destinasi yang mereka kunjungi. Konsep ‘slow travel’ mengajak wisatawan untuk tidak terburu-buru, melainkan menikmati setiap momen, berinteraksi dengan masyarakat lokal, dan memahami keunikan budaya setempat.

Menurut data yang dirilis oleh Agoda, sebuah platform pemesanan perjalanan terkemuka, sebanyak 52% wisatawan Asia menyatakan lebih memilih liburan yang memberikan kesempatan untuk belajar hal baru. Selain itu, 49% responden juga mengungkapkan minat mereka untuk mendukung komunitas lokal melalui aktivitas pariwisata yang mereka lakukan. Angka ini menunjukkan adanya kesadaran yang meningkat mengenai pentingnya pariwisata yang bertanggung jawab dan berdampak positif.

Platform Agoda sendiri telah mengambil langkah nyata dalam mendukung tren ini. Sejak Februari 2023, mereka telah meluncurkan fitur ‘sustainability’ di platform mereka. Fitur ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan dalam menemukan akomodasi yang memiliki komitmen terhadap praktik berkelanjutan. Inisiatif ini disambut baik oleh para pengguna, terbukti dengan peningkatan penggunaan fitur tersebut sebesar 30% dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Lebih lanjut, data dari Agoda menunjukkan bahwa 77% wisatawan Asia bersedia untuk menempuh perjalanan lebih jauh demi mendapatkan pengalaman liburan yang lebih bermakna. Hal ini mengindikasikan bahwa durasi dan jarak bukan lagi menjadi kendala utama, asalkan imbalannya adalah pengalaman yang kaya dan berkesan. Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting, dengan 71% wisatawan Asia yang secara aktif mencari informasi mengenai praktik ramah lingkungan dari akomodasi yang mereka pilih.

Tren ‘slow travel’ ini bukan hanya tentang liburan yang santai, tetapi juga tentang bagaimana wisatawan dapat menjadi agen perubahan yang positif. Dengan memilih destinasi dan aktivitas yang mendukung keberlanjutan dan komunitas lokal, para pelancong Asia turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan budaya untuk generasi mendatang. Agoda berharap inovasi yang mereka lakukan dapat terus mendorong ekosistem pariwisata yang lebih bertanggung jawab di kawasan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp