Thursday, 13 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Transisi ke Dialisis Disebut “Traumatis” dan “Kacau” oleh Pasien Gagal Ginjal

Oleh Rini Widiyarti August 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Proses transisi pasien gagal ginjal menuju terapi dialisis kerap digambarkan sebagai pengalaman yang “traumatis” dan “kacau”. Temuan ini terungkap dari data studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Kidney Diseases, menyoroti tantangan besar yang dihadapi penderita saat memasuki fase pengobatan yang krusial ini.

Menurut Megan Urbanski, PhD, MSW, asisten profesor bedah di divisi transplantasi di Emory University School of Medicine, dan rekan-rekannya, hanya sekitar 30% pasien dengan gagal ginjal stadium akhir yang mengalami “awal yang optimal”. Definisi “awal yang optimal” ini, sebagaimana diuraikan oleh CMS (Centers for Medicare & Medicaid Services), mencakup transplantasi preemptif, dialisis di rumah, atau hemodialisis di pusat dengan akses arteriovenosa yang sudah terbentuk sebelumnya.

Studi ini menggali lebih dalam pengalaman pasien selama masa transisi krusial tersebut. Para partisipan penelitian menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang penuh dengan ketidakpastian dan kesulitan, baik secara fisik maupun emosional. Ketiadaan persiapan yang memadai, kurangnya informasi yang jelas, serta perubahan drastis dalam rutinitas harian menjadi beberapa faktor utama yang berkontribusi pada perasaan “traumatis” dan “kacau” tersebut.

Meskipun data spesifik mengenai jumlah partisipan dan metode pengumpulan wawancara tidak dirinci di sini, penekanan studi ini adalah pada suara pasien. Kesaksian mereka memberikan gambaran yang gamblang mengenai realitas yang dihadapi oleh sebagian besar penderita gagal ginjal saat mereka harus memulai terapi dialisis. Hal ini menggarisbawahi pentingnya perbaikan dalam sistem perawatan pasien, khususnya dalam hal edukasi, dukungan psikososial, dan koordinasi perawatan sebelum dan selama transisi ke dialisis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp