Pasar tokenisasi aset di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pesat, menyentuh angka fantastis sebesar USD88 miliar atau setara dengan Rp1.300 triliun pada tahun 2030. Proyeksi ini didorong oleh peningkatan adopsi teknologi blockchain dan minat investor yang semakin tinggi terhadap aset global yang kini dapat diakses melalui tokenisasi.
Menurut data dari Bursa Tokenisasi Indonesia (BTX), valuasi pasar tokenisasi aset di Indonesia diprediksi akan mencapai angka tersebut dalam tujuh tahun mendatang. Pertumbuhan ini menandakan potensi besar dari inovasi yang memanfaatkan teknologi distributed ledger technology (DLT) untuk merepresentasikan aset fisik maupun digital dalam bentuk token.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, OJK, Inarno Djajadi, menyambut baik perkembangan ini. Ia menyatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inovasi di sektor pasar modal, termasuk tokenisasi aset. “Kami terus mendorong inovasi di sektor pasar modal,” ujar Inarno dalam acara Gebyar Karya Inovasi Keuangan Digital OJK 2024 di ICE BSD, Tangerang, pada Kamis (30/5/2024).
Inarno menambahkan bahwa regulasi terkait tokenisasi aset sedang dalam tahap finalisasi. OJK menargetkan regulasi tersebut akan segera terbit pada semester I tahun 2024. “Dengan adanya regulasi ini, diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi investor, sekaligus menciptakan ekosistem tokenisasi aset yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” jelasnya.
BTX sendiri telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan bursa tokenisasi aset pada kuartal III 2024. Langkah ini diharapkan dapat semakin mempercepat penetrasi tokenisasi aset di pasar domestik, membuka peluang investasi baru, dan meningkatkan likuiditas aset-aset yang sebelumnya sulit diperdagangkan.
Pertumbuhan pasar tokenisasi aset yang diprediksi mencapai USD88 miliar pada 2030 bukan hanya sekadar angka. Ini merefleksikan pergeseran paradigma dalam cara aset dikelola, diperdagangkan, dan diinvestasikan. Dengan dukungan regulasi yang semakin matang dan platform yang memadai, Indonesia berpotensi menjadi pemain kunci dalam ekonomi tokenisasi global.
