Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa penyerapan tenaga kerja di sektor dunia usaha mengalami perlambatan pada triwulan II 2026. Kondisi ini terjadi seiring dengan penurunan aktivitas ekonomi yang terlihat di berbagai sektor.
Perlambatan ini tercermin dari Indeks Keyakinan Bisnis (IKB) yang menunjukkan penurunan. BI mencatat IKB triwulan II 2026 berada di angka 113,16, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 115,03. Penurunan ini mengindikasikan adanya pelemahan keyakinan pelaku usaha terhadap kondisi bisnis di masa mendatang.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan bahwa sentimen negatif ini terutama dipicu oleh melemahnya aktivitas di sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor industri pengolahan. “Penurunan aktivitas pada sektor-sektor tersebut turut memengaruhi optimisme pelaku usaha terkait prospek bisnis,” ujar Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (21/5/2024).
Lebih lanjut, Erwin merinci bahwa ada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap perlambatan ini. Permintaan domestik yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu tantangan utama. Selain itu, kendala pasokan bahan baku juga dilaporkan memengaruhi kelancaran produksi di beberapa sektor.
Meskipun demikian, BI juga mencatat adanya beberapa sektor yang masih menunjukkan optimisme. Sektor konstruksi dan sektor jasa keuangan diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas. “Kami melihat ada indikasi positif di sektor konstruksi dan jasa keuangan yang dapat sedikit menopang pertumbuhan,” tambahnya.
BI memperkirakan, perlambatan penyerapan tenaga kerja ini akan berlanjut hingga triwulan III 2026, meskipun dengan intensitas yang lebih ringan. Proyeksi ini didasarkan pada analisis terhadap berbagai indikator ekonomi makro dan survei yang dilakukan BI. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi dan siap mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
