Penelitian terbaru yang dipresentasikan di American Orthopaedic Society for Sports Medicine Annual Meeting di Seattle mengungkap temuan penting terkait keberhasilan operasi rekonstruksi ligamen patela medial (MPFL). Hasil studi menunjukkan bahwa penyimpangan dari titik referensi anatomi yang dikenal sebagai Titik Schöttle saat melakukan prosedur ini dapat meningkatkan risiko kegagalan cangkok.
Jacob D. Mikula, MD, seorang fellow bedah ortopedi kedokteran olahraga di Mayo Clinic, menjelaskan bahwa ketepatan dalam penempatan terowongan femoral sangat krusial. “Semakin jauh Anda dari Titik Schöttle, semakin besar kemungkinan Anda akan melihat kegagalan rekonstruksi MPFL,” ujar Mikula kepada Healio. Ia menekankan bahwa prosedur ini pada dasarnya sangat sukses dan memiliki tingkat kegagalan yang sangat rendah jika dilakukan dengan benar.
Penelitian ini menganalisis data dari pasien yang menjalani rekonstruksi MPFL, dengan fokus pada lokasi penempatan cangkok pada tulang paha (femur). Titik Schöttle, yang diidentifikasi sebagai lokasi optimal untuk fiksasi cangkok pada femur, menjadi tolok ukur utama dalam analisis ini. Temuan menunjukkan korelasi signifikan antara deviasi dari titik ini dan peningkatan kemungkinan kegagalan cangkok, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan patela berulang.
Implikasi dari temuan ini sangat penting bagi para ahli bedah ortopedi yang melakukan prosedur rekonstruksi MPFL. Pemahaman mendalam dan penerapan teknik yang presisi untuk menargetkan Titik Schöttle dapat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko komplikasi dan memastikan hasil jangka panjang yang positif bagi pasien. Keberhasilan prosedur ini sangat bergantung pada akurasi penempatan cangkok, yang secara langsung dipengaruhi oleh kedekatan dengan Titik Schöttle.
