Wajah yang terpapar abu vulkanik memerlukan perhatian khusus, terutama jika sedang menggunakan riasan. Menggosok abu vulkanik yang menempel pada makeup secara langsung dapat memperparah iritasi pada kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan makeup dengan benar agar kesehatan kulit tetap terjaga.
Ahli dermatologi, dr. Arini Widodo, Sp.DV, menekankan bahwa langkah pertama yang krusial adalah menghindari gesekan. “Hindari menggosok abu vulkanik yang menempel di wajah dan makeup secara langsung,” ujarnya.
Proses pembersihan yang tepat dimulai dengan menghilangkan abu vulkanik secara keseluruhan sebelum membersihkan makeup. Menurut dr. Arini, sebaiknya gunakan air bersih untuk membilas wajah secara perlahan. “Sebaiknya bilas wajah dengan air bersih secara perlahan,” sarannya.
Setelah abu vulkanik terbilas, barulah proses pembersihan makeup dapat dilanjutkan. Penggunaan produk pembersih yang lembut sangat direkomendasikan untuk meminimalkan risiko iritasi. Dr. Arini menyarankan untuk menggunakan produk pembersih yang tidak mengandung alkohol dan pewangi.
“Untuk membersihkan makeupnya, gunakan produk pembersih yang lembut, tidak mengandung alkohol dan pewangi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pemilihan produk pembersih yang tepat akan membantu menjaga kelembapan alami kulit dan mencegah reaksi alergi.
Jika terjadi iritasi atau kemerahan pada kulit setelah terpapar abu vulkanik, disarankan untuk segera menghentikan penggunaan produk makeup dan perawatan kulit yang biasa digunakan. Konsultasi dengan dokter spesialis kulit adalah langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sebagai langkah pencegahan, ketika beraktivitas di area yang berpotensi terpapar abu vulkanik, disarankan untuk menggunakan pelindung wajah seperti masker atau syal. Hal ini dapat membantu mengurangi kontak langsung abu vulkanik dengan kulit dan makeup.
