Selat Bab Al Mandab kembali menjadi saksi bisu kekerasan usai kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap sebuah kapal komersial pada Selasa (11/8). Peristiwa tragis ini merenggut nyawa tiga orang awak kapal, termasuk satu warga negara Indonesia (WNI).
Serangan yang terjadi di jalur pelayaran strategis Bab Al Mandab ini menimbulkan keprihatinan mendalam. Belum ada keterangan rinci mengenai jenis kapal komersial yang menjadi sasaran, namun dampak serangan tersebut sangat fatal bagi awak yang berada di dalamnya.
Kementerian Luar Negeri RI telah mengkonfirmasi kabar duka ini. Melalui juru bicaranya, Nana Yuliana, pihaknya menyampaikan bahwa satu dari tiga korban tewas adalah WNI. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya satu WNI dalam insiden ini,” ujar Nana Yuliana pada Rabu (12/8).
Pihak kementerian juga menegaskan bahwa mereka terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian dan nasib awak kapal lainnya. Upaya pemulangan jenazah WNI yang menjadi korban juga menjadi prioritas utama.
Insiden ini kembali menyoroti eskalasi ketegangan di wilayah Laut Merah dan sekitarnya, yang sering kali berdampak pada pelayaran internasional. Serangan Houthi di Bab Al Mandab ini menambah daftar panjang insiden serupa yang mengancam keselamatan pelaut dan jalur logistik global. Posisi Bab Al Mandab yang strategis sebagai pintu gerbang selatan Laut Merah menjadikannya titik vital yang rentan terhadap konflik.
Pemerintah Indonesia mendesak agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan keselamatan jiwa manusia. Selain itu, upaya diplomasi internasional diharapkan dapat segera meredakan ketegangan di kawasan tersebut demi menjaga stabilitas dan keamanan pelayaran internasional.
