Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Tidur Terpisah: Solusi Inovatif atau Ancaman bagi Keharmonisan Pernikahan?

Oleh Muzairi M September 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Keputusan untuk tidur terpisah, bahkan di kamar yang berbeda, kini mulai dilirik oleh sebagian pasangan. Fenomena ini menarik untuk dikaji, terutama dampaknya terhadap keharmonisan hubungan pernikahan yang seringkali diasosiasikan dengan keintiman fisik di ranjang yang sama.

Dr. Wendy Troxel, seorang psikolog klinis dan penulis buku “Sharing the Covers: Every Couple’s Guide to Better Sleep,” mengungkapkan bahwa tidur terpisah bukanlah tanda akhir dari sebuah hubungan. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa tindakan ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah tidur yang mengganggu dan pada akhirnya justru memperkuat ikatan pasangan.

Menurut Dr. Troxel, setidaknya 23% pasangan di Amerika Serikat dilaporkan memilih untuk tidur terpisah. Alasan utama di balik keputusan ini bervariasi, mulai dari perbedaan kebiasaan tidur seperti mendengkur atau gelisah, hingga perbedaan suhu kamar yang disukai. “Tidur adalah kebutuhan biologis mendasar, dan jika kebutuhan itu tidak terpenuhi dengan baik, dapat berdampak negatif pada suasana hati, kemampuan kognitif, dan kesehatan secara keseluruhan,” jelas Dr. Troxel dalam sebuah wawancara.

Lebih lanjut, Dr. Troxel menekankan bahwa tidur terpisah tidak berarti hilangnya keintiman. Ia justru menyarankan agar pasangan tetap meluangkan waktu berkualitas sebelum tidur atau di pagi hari untuk menjaga kedekatan emosional. “Ini tentang menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan tidur masing-masing tanpa mengorbankan hubungan. Komunikasi terbuka dan kesepakatan bersama adalah kunci,” ujarnya.

Studi yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada tahun 2017 juga mendukung pandangan ini. Sebanyak 30% responden yang tidur terpisah melaporkan kepuasan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak. Hal ini menunjukkan bahwa prioritasi kualitas tidur dapat berkontribusi positif pada kualitas hubungan secara keseluruhan.

Meskipun demikian, keputusan untuk tidur terpisah sebaiknya diambil setelah melalui diskusi mendalam dan pemahaman bersama antara kedua belah pihak. Penting untuk memastikan bahwa tindakan ini tidak disalahartikan sebagai penolakan atau jarak emosional, melainkan sebagai upaya proaktif untuk meningkatkan kualitas hidup dan hubungan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp