Sunday, 30 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Terik Jakarta Hambat Ruang Bermain Anak yang Ideal

Oleh Muzairi M August 30, 2026 54 minutes lalu 0 komentar

Cuaca panas ekstrem yang melanda Jakarta belakangan ini dilaporkan mulai berdampak negatif pada aktivitas bermain anak di luar ruangan. Ruang terbuka yang seharusnya menjadi sarana penting bagi tumbuh kembang anak kini terasa kurang nyaman akibat suhu udara yang meningkat.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat pentingnya ruang terbuka sebagai wadah aktivitas fisik dan sosial bagi anak-anak. Namun, teriknya matahari di Ibu Kota seolah menjadi penghalang utama untuk menikmati fasilitas tersebut secara optimal.

Di tengah tantangan cuaca, beberapa fasilitas bermain anak di ruang terbuka tetap beroperasi, meski dengan konsekuensi kenyamanan yang berkurang. Salah satunya adalah ruang bermain di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara. Pengunjung yang hadir pun harus lebih pandai mengatur waktu kunjungan agar tidak berhadapan langsung dengan puncak panas.

Salah satu pengunjung, Riana, mengungkapkan kekhawatirannya. “Anak-anak memang butuh bergerak di luar, tapi kalau panasnya begini, kasihan juga mereka. Kami jadi lebih sering mencari tempat yang teduh atau membatasi waktu bermain,” ujarnya saat ditemui di salah satu sudut Kota Tua pada Minggu, 22 Oktober 2023.

Kondisi serupa juga dirasakan di Taman Fatahillah, yang merupakan bagian dari kompleks Kota Tua. Meskipun masih ada aktivitas anak-anak bermain dan berfoto, intensitasnya terlihat menurun dibandingkan hari-hari biasa yang lebih sejuk. Para orang tua pun tampak lebih sigap mengawasi anak-anak mereka, memastikan mereka tetap terhidrasi dan terlindung dari sengatan matahari langsung.

Pihak pengelola taman menyadari adanya keluhan terkait cuaca. Namun, mereka juga menekankan pentingnya tetap menyediakan ruang bagi anak untuk beraktivitas. “Kami tetap buka seperti biasa, namun kami sarankan pengunjung untuk datang di pagi hari atau sore hari saat suhu tidak terlalu tinggi. Kami juga menyediakan beberapa area yang agak rindang,” jelas seorang petugas lapangan yang enggan disebutkan namanya.

Fenomena cuaca panas ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur kota, termasuk ruang terbuka hijau untuk anak, perlu mempertimbangkan aspek perubahan iklim. Ketersediaan tempat berteduh yang memadai, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan panas berlebih, menjadi krusial di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp