Sebuah laporan awal dari penyelidik Amerika Serikat mengindikasikan bahwa baling-baling mesin pesawat Ryanair yang mengalami kerusakan menjadi penyebab pecahnya jendela kokpit pada penerbangan dari Yunani ke Jerman bulan lalu. Insiden mengerikan ini nyaris merenggut nyawa seorang penumpang yang kepalanya sempat tersedot keluar dari badan pesawat.
Laporan tersebut, yang dirilis oleh National Transportation Safety Board (NTSB), merinci bahwa serpihan dari baling-baling kipas mesin yang patah diduga kuat menghantam dan memecahkan kaca jendela di sisi kiri kokpit. Kejadian ini terjadi saat pesawat Boeing 737-800 sedang dalam penerbangan dari Kreta, Yunani, menuju Frankfurt, Jerman, pada 5 November 2017.
Menurut kesaksian pilot, sebagaimana dikutip dalam laporan, sebuah suara keras terdengar dari arah mesin, disusul dengan getaran hebat. Pilot kemudian melihat jendela kokpit retak dan sebagian pecah. Salah satu pilot, yang namanya tidak disebutkan dalam laporan, sempat mengalami kondisi di mana kepalanya tertarik keluar dari badan pesawat akibat tekanan udara yang sangat kuat. Beruntung, ia berhasil menarik dirinya kembali ke dalam kokpit dengan bantuan rekannya.
Investigasi awal tidak hanya berfokus pada penyebab kerusakan mesin, tetapi juga pada respons kru pesawat dalam menghadapi situasi darurat yang ekstrem ini. Laporan NTSB juga mencatat bahwa sistem navigasi pesawat mengalami malfungsi setelah insiden tersebut, yang semakin menambah kerumitan penanganan situasi.
Pihak berwenang penerbangan internasional tengah meninjau temuan dari laporan NTSB ini untuk mengidentifikasi langkah-langkah pencegahan yang diperlukan guna menghindari terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Keselamatan penumpang dan kru penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap evaluasi dan rekomendasi yang dikeluarkan.
