Data awal dari studi fase 1b menunjukkan bahwa nintedanib dalam bentuk inhalasi serbuk kering pada pasien fibrosis paru idiopatik (IPF) menunjukkan profil keamanan yang “secara umum aman” dan “profil tolerabilitas yang dibangun untuk penggunaan kronis”. Temuan ini menjadi kabar baik di tengah kebutuhan mendesak akan terapi baru yang efektif untuk IPF.
Michael Castagna, PharmD, CEO MannKind Corporation, menyoroti pentingnya terobosan ini. “Ada kebutuhan mendesak akan terapi baru yang efektif dalam IPF, dan kami percaya pengiriman obat yang ditargetkan ke paru-paru adalah pendekatan terbaik yang mengatasi hambatan tolerabilitas yang menghambat terapi saat ini,” ujarnya saat pembacaan data.
Studi INFLO-1, yang merupakan studi fase 1b multisitus, acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo, menganalisis 27 partisipan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi keamanan dan tolerabilitas nintedanib yang diberikan melalui inhalasi serbuk kering. Hasil awal ini memberikan indikasi positif mengenai potensi pendekatan pengiriman obat yang lebih ditargetkan untuk pengobatan IPF, yang berpotensi mengurangi efek samping sistemik yang sering dikaitkan dengan terapi oral.
Fokus pada pengiriman obat yang ditargetkan ke paru-paru dianggap sebagai strategi kunci untuk meningkatkan tolerabilitas terapi IPF. Dengan menghantarkan obat langsung ke lokasi penyakit, diharapkan dosis yang dibutuhkan dapat lebih rendah, sehingga meminimalkan paparan sistemik dan potensi efek samping yang membatasi penggunaan terapi yang ada. Data dari studi INFLO-1 ini akan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan uji klinis di masa depan.
