Wanita paruh baya yang mengalami gejala vasomotor dan memulai terapi hormon menopause (MHT) selama perimenopause atau sesaat setelah menopause menunjukkan penurunan risiko penyakit kardiovaskular (CVD) sebesar 22%. Temuan ini didasarkan pada data terbaru yang dirilis, memberikan pandangan baru terhadap efektivitas MHT.
Penelitian sebelumnya mengenai dampak MHT terhadap kesehatan kardiovaskular seringkali menghasilkan temuan yang beragam, mencatat adanya manfaat sekaligus risiko yang merugikan. Ziyuan Wang, PhD, seorang penasihat pharmacoepidemiology di Eli Lilly and Company, bersama rekan-rekannya, menyatakan dalam jurnal JAMA Internal bahwa perbedaan hasil studi ini menyoroti pentingnya bukti terkini.
“Langkah FDA untuk menghapus peringatan black box yang luas dari produk MHT menggarisbawahi kebutuhan akan bukti yang diperbarui untuk memandu penilaian keamanan,” tulis Wang dan timnya. Perubahan regulasi ini mendorong para peneliti untuk terus menggali lebih dalam mengenai profil keamanan dan manfaat MHT, terutama dalam konteks populasi wanita yang berbeda.
Temuan baru ini memberikan harapan baru bagi wanita yang mengalami ketidaknyamanan akibat gejala menopause. Dengan mempertimbangkan waktu inisiasi terapi, yaitu selama perimenopause atau segera setelah menopause, risiko CVD yang lebih rendah dapat dicapai. Hal ini menandakan bahwa jendela waktu tertentu dalam perjalanan menopause mungkin menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat kardiovaskular dari MHT.
Lebih lanjut, data ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembaruan pedoman klinis dan penilaian risiko yang lebih personal bagi wanita paruh baya. Dengan pemahaman yang lebih baik, tenaga medis dapat memberikan rekomendasi MHT yang lebih terarah, mempertimbangkan riwayat kesehatan individu dan gejala yang dialami.
