Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The BMJ menemukan adanya kaitan antara penggunaan terapi GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA) dengan peningkatan risiko kerontokan rambut pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Risiko ini teramati lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan obat diabetes lain yang umum diresepkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa terapi GLP-1 RA dikaitkan dengan peningkatan risiko kerontokan rambut, khususnya jenis nonscarring alopecia. Peneliti membandingkan risiko ini dengan kelompok pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan obat lain seperti sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT-2) inhibitors dan dipeptidyl peptidase-4 (DPP-IV) inhibitors. Hasilnya, pasien yang mendapatkan terapi GLP-1 menunjukkan risiko yang lebih besar.
Huilin Tang, PhD, seorang peneliti postdoctoral, menyatakan bahwa temuan ini didukung oleh analisis subkelompok dan sensitivitas yang konsisten. “Asosiasi ini konsisten di seluruh analisis subkelompok dan sensitivitas, mendukung ketahanan temuan ini,” ujar Tang.
Penelitian ini menganalisis data dari lebih dari 200.000 pasien diabetes tipe 2. Dari jumlah tersebut, sekitar 23.000 pasien dilaporkan mengalami kerontokan rambut. Data tersebut dikumpulkan dari database kesehatan di Inggris antara tahun 2005 hingga 2021. Periode follow-up rata-rata pasien adalah 4,3 tahun.
Studi ini mengidentifikasi bahwa pasien yang menggunakan GLP-1 RA memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk mengalami kerontokan rambut dibandingkan dengan mereka yang menggunakan obat diabetes lain. Lebih lanjut, jika dibandingkan dengan SGLT-2 inhibitors, risiko kerontokan rambut pada pengguna GLP-1 RA meningkat 1,3 kali lipat. Sementara itu, perbandingan dengan DPP-IV inhibitors menunjukkan peningkatan risiko sebesar 1,2 kali lipat.
Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara definitif. Namun, temuan ini memberikan sinyal penting bagi para klinisi dan pasien untuk mempertimbangkan potensi efek samping kerontokan rambut saat memilih terapi untuk diabetes tipe 2.
