Monday, 31 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Terapi Antiplatelet Ganda Pascang Stent: Risiko Iskemia Naik, Pendarahan Turun dengan Monoterapi Clopidogrel

Oleh Rini Widiyarti August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pasien berisiko iskemia tinggi yang menjalani pemasangan drug-eluting stent (DES) dan telah menyelesaikan 12 bulan terapi antiplatelet ganda (DAPT) menghadapi pilihan krusial. Peralihan ke monoterapi clopidogrel setelah periode tersebut ditemukan meningkatkan kejadian iskemia, namun di sisi lain, justru menurunkan risiko pendarahan. Temuan ini diungkapkan oleh seorang pembicara pada European Society of Cardiology Congress di Munich.

Byeong-Keuk Kim, MD, PhD, seorang profesor di departemen penyakit dalam Yonsei University College of Medicine, Seoul, Korea Selatan, mempresentasikan data yang mengindikasikan perlunya kehati-hatian dalam menurunkan terapi antiplatelet secara rutin pada pasien yang berpotensi memiliki risiko iskemia yang lebih tinggi. “Data saat ini mungkin memperingatkan terhadap deeskalasi terapi antiplatelet rutin pada pasien yang mungkin berisiko iskemia lebih tinggi,” ujarnya.

Studi ini secara spesifik menyoroti konsekuensi dari menghentikan salah satu dari dua agen antiplatelet yang biasanya diberikan setelah pemasangan DES. Peningkatan kejadian iskemia, yang meliputi peristiwa seperti serangan jantung atau stroke, menjadi perhatian utama ketika pasien beralih dari DAPT ke monoterapi clopidogrel. Hal ini menunjukkan bahwa untuk sebagian pasien, mempertahankan terapi ganda selama periode tertentu pasca-stent mungkin tetap krusial untuk mencegah komplikasi iskemik.

Namun, temuan ini tidak sepenuhnya negatif. Di sisi lain, peralihan ke monoterapi clopidogrel terbukti efektif dalam mengurangi kejadian pendarahan. Ini adalah pertimbangan penting, mengingat pendarahan merupakan salah satu efek samping serius dari terapi antiplatelet ganda. Keputusan untuk menghentikan salah satu obat antiplatelet harus mempertimbangkan keseimbangan antara risiko trombosis (pembekuan darah) dan risiko pendarahan.

Temuan ini memberikan panduan penting bagi para klinisi dalam mengelola pasien pasca-pemasangan DES. Keputusan untuk melanjutkan DAPT, beralih ke monoterapi, atau strategi lain harus didasarkan pada penilaian individual risiko iskemia dan pendarahan masing-masing pasien. Pengurangan terapi antiplatelet, meskipun diinginkan untuk meminimalkan efek samping, perlu dilakukan dengan cermat agar tidak mengorbankan keamanan pasien dari peristiwa iskemik yang berpotensi fatal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp