Saturday, 12 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Ungkap Veteran Penderita Melanoma Berisiko Tinggi Terkena Parkinson

Oleh Rini Widiyarti September 12, 2026 42 minutes lalu 0 komentar

Veteran perang yang pernah didiagnosis menderita melanoma berisiko 47% lebih tinggi terkena penyakit Parkinson. Temuan ini didasarkan pada sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology. Penelitian ini menyoroti kemungkinan hubungan yang sebelumnya belum banyak dieksplorasi antara kedua kondisi kesehatan tersebut.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Rebecca I. Hartman, MD, MPH, FAAD, seorang profesor asosiasi dermatologi di Harvard Medical School. Menurutnya, temuan ini tetap signifikan bahkan setelah dilakukan penyesuaian terhadap faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi risiko. “Sudah cukup mapan bahwa pasien dengan penyakit Parkinson memiliki peningkatan risiko untuk melanoma,” ujar Dr. Hartman. Ia menambahkan, “Namun, sebaliknya—apakah pasien dengan melanoma memiliki peningkatan risiko untuk penyakit Parkinson—masih menjadi pertanyaan yang perlu ditelaah lebih lanjut.”

Studi ini meneliti data dari veteran dan menemukan korelasi yang kuat antara riwayat melanoma dan diagnosis Parkinson di kemudian hari. Meskipun mekanisme pasti di balik peningkatan risiko ini belum sepenuhnya dipahami, para peneliti menduga adanya faktor biologis bersama atau efek samping dari pengobatan melanoma yang mungkin berperan. Penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibat dan implikasi klinisnya.

Pentingnya temuan ini terletak pada potensi dampaknya terhadap skrining dan manajemen kesehatan bagi para veteran. Dengan adanya bukti ini, profesional medis dapat mempertimbangkan risiko yang lebih tinggi ini ketika merawat veteran yang pernah menderita melanoma. Hal ini memungkinkan deteksi dini Parkinson atau intervensi pencegahan jika memungkinkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp