Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi AS: Kasus Cedera Hati Akibat Avacopan Sangat Jarang

Oleh Rini Widiyarti September 8, 2026 13 minutes lalu 0 komentar

Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa peningkatan enzim hati jarang terjadi pada pasien yang menerima pengobatan avacopan untuk vaskulitis terkait ANCA. Tingkat kejadian cedera hati akibat obat (DILI) dilaporkan hanya 0,8% dari kohort yang diteliti. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatology.

Hasil penelitian ini muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merilis komunikasi keamanan obat pada Maret lalu. Komunikasi tersebut mengidentifikasi total 76 kasus cedera hati yang disebabkan oleh avacopan (nama merek Tavneos dari Amgen), dengan hubungan kausal yang teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, mayoritas kasus, yaitu 66 kasus, terjadi di Jepang. Sementara itu, lima kasus tercatat di Amerika Serikat, termasuk tujuh kasus sindrom saluran empedu menghilang (vanishing bile duct syndrome).

Lebih lanjut, dari 76 kasus DILI yang dilaporkan secara global, delapan di antaranya dikaitkan dengan cedera hati yang serius. Hal ini mencakup kasus-kasus yang memerlukan perawatan intensif atau berujung pada transplantasi hati.

Studi AS ini memberikan pandangan yang lebih spesifik mengenai keamanan avacopan dalam populasi pasien Amerika. Meskipun secara global terdapat laporan kasus DILI, data dari kohort AS menunjukkan bahwa insiden ini relatif rendah di kalangan pasien yang menjalani terapi avacopan untuk vaskulitis terkait ANCA. Para peneliti menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap keamanan obat, terutama ketika obat tersebut digunakan dalam skala yang lebih luas.

Avacopan merupakan obat yang disetujui untuk pengobatan vaskulitis terkait ANCA, sebuah kondisi autoimun langka yang menyerang pembuluh darah kecil. Keberadaan laporan kasus DILI, meskipun jarang, tetap menjadi perhatian bagi para profesional kesehatan dan regulator untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp