Sebuah strategi digital berupa pengiriman surat elektronik (email) yang mengajak pasien gagal jantung (HF) untuk dievaluasi oleh spesialis terkait terapi inhibitor SGLT2, terbukti secara signifikan meningkatkan peresepan obat tersebut. Temuan ini dilaporkan oleh para peneliti yang mempresentasikan hasil studi mereka di European Society of Cardiology Congress.
Penelitian yang dikenal sebagai EMAIL-HF registry-based randomized trial ini, mengidentifikasi seluruh pasien gagal jantung di Capital Region of Denmark dan munisipalitas Roskilde yang belum menerima terapi inhibitor SGLT2. Para partisipan kemudian secara acak dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok yang menerima strategi digital dan kelompok yang mendapatkan perawatan biasa (usual care).
Dalam strategi digital, pasien yang teridentifikasi dan memenuhi kriteria akan menerima email. Email tersebut berisi undangan untuk menjalani evaluasi lebih lanjut dengan spesialis. Tujuannya adalah untuk menilai kelayakan dan potensi manfaat terapi inhibitor SGLT2 bagi kondisi gagal jantung mereka. Pendekatan proaktif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan informasi dan akses terhadap terapi inovatif.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa pendekatan berbasis digital ini memberikan dampak yang substansial. Peningkatan jumlah resep inhibitor SGLT2 pada kelompok yang menerima strategi digital jauh melampaui kelompok kontrol yang hanya menerima perawatan standar. Hal ini mengindikasikan efektivitas strategi digital dalam mendorong adopsi terapi yang direkomendasikan bagi pasien gagal jantung.
Para peneliti menyampaikan bahwa keberhasilan strategi ini membuka peluang baru dalam manajemen pasien gagal jantung. Dengan memanfaatkan teknologi digital, komunikasi dan keterlibatan pasien dapat ditingkatkan, yang pada gilirannya berkontribusi pada tatalaksana yang lebih baik. Inisiatif seperti EMAIL-HF dapat menjadi model untuk implementasi strategi serupa di wilayah lain, demi meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung.
