Puluhan siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) secara antusias mengikuti pelatihan seni kriya yang berfokus pada kebudayaan Betawi. Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari ini diselenggarakan di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Seni Budaya (PPSB) Muhammad Mashabi. Tujuannya adalah untuk mengasah kreativitas para siswa sekaligus memperkenalkan warisan budaya Betawi melalui karya seni.
Pelatihan ini bukan sekadar ajang menyalurkan hobi, melainkan sebuah upaya terstruktur untuk membekali para siswa dengan keterampilan baru. Melalui berbagai teknik seni kriya, mereka diajak untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif dan menerjemahkannya menjadi wujud karya yang unik. Keikutsertaan siswa dari berbagai latar belakang di SLB ini menunjukkan inklusivitas program.
Salah satu fokus utama dari pelatihan ini adalah pengenalan mendalam terhadap seni kriya khas Betawi. Para instruktur yang berpengalaman membimbing para siswa untuk memahami filosofi di balik setiap motif dan bentuk. Mereka belajar membuat berbagai macam kerajinan yang mencerminkan kekayaan budaya Betawi, mulai dari ukiran, anyaman, hingga dekorasi.
Kegiatan ini memberikan ruang bagi para siswa untuk berekspresi dan menunjukkan bakat mereka. Melalui proses kreatif ini, diharapkan rasa percaya diri mereka dapat meningkat. Selain itu, pemahaman dan apresiasi terhadap budaya lokal, khususnya Betawi, dapat tertanam sejak dini.
Adanya pelatihan seni kriya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang. Dengan dukungan yang tepat, siswa SLB memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya-karya seni yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna dan memiliki nilai budaya yang tinggi. Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas tidak mengenal batasan.
