Thursday, 6 August 2026
BREAKING
POLITIK

RSUP Dr Sardjito Hentikan Praktik Dokter PPDS Elda Putri Rahardini Pasca Dugaan Komentar Tak Pantas di Medsos

Oleh Danu Ilham August 6, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta secara resmi menghentikan sementara praktik dokter spesialis anak program pendidikan dokter spesialis (PPDS) atas nama Elda Putri Rahardini. Keputusan ini diambil menyusul beredarnya dugaan komentar bernada tidak empati yang dilontarkan oleh Elda terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial.

Pihak RSUP Dr Sardjito menegaskan bahwa mereka sedang melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut. “Kami telah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara praktik dr. Elda Putri Rahardini, PPDS Anestesi, terhitung sejak 20 Mei 2024,” ujar Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Dr. dr. Eni Retno Rinandari, Sp.P(K), M.Kes., Sp.A(K) dalam keterangan resminya.

Kronologi kejadian berawal dari unggahan tangkapan layar percakapan di media sosial yang diduga dilakukan oleh dr. Elda. Dalam percakapan tersebut, terdengar komentar yang dinilai merendahkan dan tidak menunjukkan simpati terhadap pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Komentar ini sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk pasien BPJS, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum.

Menyikapi respons negatif yang meluas, RSUP Dr Sardjito menyatakan komitmennya untuk menjaga profesionalisme dan etika para tenaga medisnya. “Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien, tanpa memandang status kepesertaan jaminan kesehatan mereka. RSUP Dr Sardjito berkomitmen untuk menegakkan kode etik kedokteran dan etika pelayanan publik,” tegas Dr. dr. Eni Retno.

Investigasi yang sedang berjalan akan mencakup verifikasi kebenaran dugaan komentar tersebut serta pendalaman lebih lanjut mengenai konteks dan motif di baliknya. Hasil investigasi ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah penindakan selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pihak rumah sakit juga mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi lebih lanjut sebelum hasil investigasi diumumkan secara resmi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp