Monday, 31 August 2026
BREAKING
DUNIA

Ribuan Penumpang Terlantar Akibat Mogok Kerja di Bandara Utama Kenya

Oleh Rini Widiyarti August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Ribuan penumpang terlantar di Jomo Kenyatta International Airport (JKIA), Nairobi, Kenya, pada hari Selasa, 5 Maret 2024, akibat aksi mogok kerja yang melumpuhkan operasional maskapai Kenya Airways. Dampak langsung dari aksi ini adalah penundaan penerbangan yang signifikan, bahkan beberapa di antaranya terpaksa dibatalkan, menimbulkan kekacauan dan ketidakpastian bagi para pelancong.

Kenya Airways mengonfirmasi bahwa aksi mogok ini telah menyebabkan penundaan penerbangan yang berlangsung lebih dari enam jam. Situasi ini memicu antrean panjang di terminal bandara, dengan penumpang yang kebingungan mencari informasi mengenai status penerbangan mereka. Sebagian penumpang terpaksa menunggu berjam-jam di bandara, sementara yang lain harus mencari akomodasi alternatif.

Aksi mogok ini dipicu oleh perselisihan antara manajemen Kenya Airways dan serikat pekerja. Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja yang dianggap belum memadai. Negosiasi antara kedua belah pihak dilaporkan alot dan belum mencapai titik temu yang memuaskan.

Meskipun Kenya Airways telah berusaha meminimalkan dampak mogok dengan mengerahkan staf pengganti dan mengatur ulang jadwal penerbangan, situasi di lapangan tetap kacau. Pihak maskapai menyatakan penyesalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berjanji akan terus berupaya menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Namun, belum ada kepastian kapan operasional penerbangan akan kembali normal sepenuhnya.

Seorang penumpang, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya seharusnya terbang ke Dubai pagi ini, tapi penerbangan saya ditunda tanpa batas waktu. Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarang,” ujarnya dengan nada frustrasi. Insiden ini menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan pekerja untuk menjaga kelancaran operasional sektor penerbangan yang krusial bagi mobilitas global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp