Lebih dari 250.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Prancis dan Spanyol akibat kebakaran hutan yang melanda kedua negara. Otoritas di Prancis menyatakan bahwa api yang membakar di dekat Bordeaux masih jauh dari terkendali, sementara Perdana Menteri Spanyol memperingatkan adanya “jam-jam kompleks” yang akan datang.
Kebakaran hutan yang melanda Prancis telah memaksa evakuasi besar-besaran. Di wilayah Gironde, Prancis barat daya, sekitar 37.000 orang telah dievakuasi sejak api mulai berkobar pada 12 Juli 2022. Juru bicara layanan pemadam kebakaran setempat, Arnaud Vandenberghe, pada Senin (18/7) mengungkapkan kekhawatiran bahwa situasi masih sangat genting. “Kami jauh dari mengendalikan situasi,” ujarnya, menambahkan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran dan pesawat pengebom air.
Sementara itu, di Spanyol, kebakaran hutan telah melanda berbagai wilayah, termasuk Castilla y León, Galicia, dan Andalusia. Lebih dari 1.000 hektare hutan di provinsi Ávila, Castilla y León, ludes terbakar. Pemerintah Spanyol terus berupaya keras memadamkan api yang telah menyebabkan kepanikan dan kerugian materiil yang signifikan. Ribuan orang telah dievakuasi dari daerah-daerah yang terdampak.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, pada Minggu (17/7) menyatakan bahwa negaranya sedang menghadapi situasi yang sangat sulit. “Kita sedang menghadapi jam-jam yang sangat kompleks di depan,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh kepada daerah-daerah yang dilanda bencana. Ia juga mengapresiasi kerja keras para petugas pemadam kebakaran dan sukarelawan yang berjuang tanpa lelah.
Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa telah memperburuk kondisi kebakaran hutan. Suhu yang melonjak tinggi, dikombinasikan dengan angin kencang, membuat api menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan. Para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim berperan besar dalam meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan di masa mendatang.
