Seorang remaja berusia 17 tahun bernama Mamadou Djouma Bah meninggal dunia di penjara Guinea setelah mengalami komplikasi sel sabit. Bah sebelumnya telah ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara pada awal bulan ini atas kasus kecurangan dalam ujian.
Menurut ayahnya, Mamadou Djouma Bah, putranya adalah penderita penyakit sel sabit kronis. Kondisi tersebut memburuk secara drastis setelah ia menjalani masa penahanan di penjara. Sang ayah menyatakan bahwa komplikasi yang dialami anaknya menjadi penyebab utama kematiannya.
Mamadou Djouma Bah divonis bersalah atas tuduhan melakukan kecurangan saat ujian. Hukuman penjara dijatuhkan kepadanya sebagai konsekuensi dari perbuatannya tersebut. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam terkait penanganan narapidana di bawah umur, terutama yang memiliki kondisi kesehatan rentan.
Pihak keluarga kini tengah berupaya untuk memulangkan jenazah Mamadou Djouma Bah. Sang ayah mengungkapkan kesedihannya dan meminta agar kasus ini menjadi perhatian serius. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, khususnya bagi narapidana yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti sel sabit.
