Penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan santri di sebuah pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Minuman (BGN) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa insiden yang terjadi pada tanggal 28 Februari 2024 ini disebabkan oleh makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Menurut penelusuran yang dilakukan oleh tim gabungan, makanan yang dikonsumsi oleh para santri diduga telah terkontaminasi bakteri. Kepala Deputi BGN, Rita Endang, dalam keterangannya menjelaskan bahwa hasil investigasi laboratorium menunjukkan adanya kandungan bakteri yang melebihi ambang batas aman pada sampel makanan yang diambil dari pesantren tersebut.
βDari hasil pemeriksaan laboratorium, kami menemukan adanya kontaminasi bakteri pada sampel makanan yang diambil. Ini yang menjadi penyebab utama keracunan pada santri,β ujar Rita Endang pada hari Rabu, 6 Maret 2024.
Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa jenis bakteri yang ditemukan mengindikasikan adanya praktik penanganan makanan yang kurang higienis. Meskipun demikian, ia belum merinci secara spesifik jenis bakteri tersebut, namun menegaskan bahwa kontaminasi ini dapat terjadi pada berbagai tahap, mulai dari pengolahan bahan baku, penyimpanan, hingga penyajian makanan.
Insiden keracunan ini sendiri dilaporkan terjadi pada tanggal 28 Februari 2024, yang berdampak pada ratusan santri di salah satu pesantren di Sidoarjo. Gejala keracunan yang dialami para santri bervariasi, mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam. Petugas medis segera diterjunkan ke lokasi untuk memberikan penanganan awal dan membawa santri yang kondisinya memburuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menyikapi kejadian ini, BPOM bersama dengan Dinas Kesehatan setempat terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap sistem pengelolaan makanan di pesantren tersebut. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kembali insiden serupa di masa mendatang. Pihak pesantren sendiri dilaporkan telah memberikan kerja sama penuh dalam proses investigasi dan berkomitmen untuk meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan.
