Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Radiasi UV Matahari Belum Diakui sebagai Bahaya Kerja di Amerika Serikat

Oleh Rini Widiyarti August 5, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Meskipun penelitian bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa pekerja luar ruangan terpapar tingkat sinar matahari yang tidak aman, Peraturan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) Amerika Serikat belum mengklasifikasikan radiasi ultraviolet (UV) matahari sebagai bahaya di tempat kerja. Hal ini diungkapkan dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology.

Studi tersebut menemukan bahwa pekerja yang beraktivitas di luar ruangan mengalami paparan radiasi UV hingga sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan pekerja dalam ruangan. Konsekuensi kesehatan yang mengkhawatirkan pun menyertai paparan berlebih ini; para pekerja luar ruangan memiliki risiko 77% lebih tinggi untuk mengembangkan karsinoma sel skuamosa jika dibandingkan dengan populasi umum. Temuan ini menyoroti kesenjangan regulasi yang signifikan antara Amerika Serikat dengan negara-negara lain.

Berbeda dengan negara-negara seperti Jerman dan Australia yang telah mengimplementasikan langkah-langkah perlindungan bagi pekerja dari paparan UV, Amerika Serikat masih tertinggal dalam hal klasifikasi bahaya kerja. Kurangnya pengakuan resmi ini berpotensi membuat ribuan pekerja terus terpapar risiko kesehatan jangka panjang tanpa perlindungan yang memadai dari otoritas keselamatan kerja.

Para peneliti menekankan pentingnya pengakuan radiasi UV sebagai bahaya kerja untuk mendorong implementasi protokol pencegahan yang lebih efektif di lingkungan kerja luar ruangan. Ini termasuk penyediaan alat pelindung diri yang memadai, pengaturan jam kerja untuk meminimalkan paparan pada jam-jam puncak, serta kampanye edukasi mengenai risiko dan cara perlindungan dari sinar UV.

Bagikan: Facebook X WhatsApp