Pemerintah Qatar dengan tegas membantah klaim Iran yang menyatakan bahwa tiga pilot Iran telah ditahan di negara tersebut. Klaim ini muncul menyusul dugaan insiden penembakan dua pesawat tempur Iran oleh Qatar di awal perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut laporan dari Teheran, ketiga pilot tersebut diduga ditahan sejak insiden tersebut terjadi. Namun, pihak berwenang Qatar dengan tegas menyangkal keterlibatan mereka dalam penangkapan pilot-pilot tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya mengumumkan bahwa mereka sedang berupaya memulangkan tiga pilotnya yang diklaim telah ditahan. “Kami sedang berupaya untuk memulangkan tiga pilot kami yang ditahan di Qatar,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani, pada Senin (24/6/2024).
Kanani menjelaskan bahwa penahanan ketiga pilot tersebut terjadi “sejak awal perang antara Iran dan Amerika Serikat.” Namun, ia tidak merinci kapan tepatnya atau di mana insiden penembakan pesawat tempur itu terjadi, serta bagaimana ketiga pilot tersebut bisa berada di Qatar.
Lebih lanjut, Kanani menyatakan bahwa pihak Iran telah melakukan kontak dengan otoritas Qatar mengenai masalah ini. “Kami telah melakukan kontak dengan otoritas Qatar dan kami berharap mereka akan bekerja sama untuk membebaskan warga negara kami,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Qatar belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai bantahan mereka. Pihak Iran juga belum memberikan bukti atau detail tambahan mengenai klaim penahanan pilotnya di Qatar. Insiden ini menambah kompleksitas hubungan diplomatik di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda ketegangan.
