Pesawat Airbus milik maskapai Australia, Qantas, berhasil mencetak rekor penerbangan antarbenua non-stop terlama sepanjang sejarah. Dalam uji coba yang berlangsung selama 24 jam 24 menit, pesawat tersebut membuktikan kapabilitasnya dalam menempuh jarak ribuan kilometer tanpa henti.
Penerbangan bersejarah ini merupakan bagian dari program Project Sunrise milik Qantas, yang bertujuan untuk membuka rute penerbangan langsung dari Sydney ke London. Uji coba ini dilakukan pada Jumat, 18 Oktober 2019, menggunakan pesawat Airbus A350-1000 yang didesain khusus untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat ini lepas landas dari New York pada pukul 21:22 waktu setempat dan mendarat di Sydney pada pukul 13:22 waktu setempat pada Minggu, 20 Oktober 2019.
Selama penerbangan, pesawat ini menempuh jarak sekitar 17.800 kilometer. Uji coba ini tidak hanya menguji ketahanan pesawat, tetapi juga dampak penerbangan ultra-panjang terhadap kru dan penumpang. Qantas mengumpulkan data mengenai fisiologi dan performa kru, serta pengalaman penumpang untuk memahami lebih baik tantangan dari penerbangan yang memakan waktu lebih dari 19 jam.
Alan Joyce, CEO Qantas, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah tonggak sejarah baru bagi Qantas dan penerbangan antarbenua. Kami telah membuktikan bahwa penerbangan non-stop dari benua ke benua adalah hal yang memungkinkan dan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penumpang,” ujar Joyce dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa hasil uji coba ini akan menjadi dasar penting untuk operasional Project Sunrise di masa depan.
Pesawat yang digunakan dalam uji coba ini, dengan nomor registrasi VH-XWA, membawa 49 orang, termasuk pilot, kru kabin, dan beberapa peneliti. Selama penerbangan, para peneliti memantau berbagai aspek, mulai dari tingkat kelelahan kru hingga kualitas tidur penumpang. Data yang terkumpul diharapkan dapat membantu maskapai merancang solusi untuk meminimalkan jet lag dan meningkatkan kenyamanan penumpang pada penerbangan jarak jauh.
Project Sunrise sendiri merupakan ambisi Qantas untuk menawarkan penerbangan langsung dari kota-kota di Australia Timur seperti Sydney dan Melbourne ke London dan New York. Jika terealisasi, penerbangan ini akan menjadi salah satu rute udara komersial terpanjang di dunia. Uji coba ini merupakan langkah krusial dalam mewujudkan visi tersebut, sekaligus menunjukkan komitmen Qantas dalam berinovasi di industri penerbangan global.
