Friday, 4 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Psikolog Ungkap Ragam Bentuk Perselingkuhan, Tak Selalu Fisik

Oleh Muzairi M September 4, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Perselingkuhan tidak melulu identik dengan hubungan fisik atau intim. Psikolog klinis Liza M. Djafar mengingatkan bahwa interaksi emosional yang berlebihan dengan pihak ketiga, bahkan melalui media sosial, dapat dikategorikan sebagai bentuk perselingkuhan.

Menurut Liza, yang ditemui di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2024, ada berbagai jenis perselingkuhan yang perlu dipahami agar tidak menimbulkan kekecewaan dalam hubungan. Ia membagi perselingkuhan menjadi beberapa kategori, dimulai dari yang paling umum hingga yang mungkin luput dari perhatian.

Kategori pertama adalah perselingkuhan fisik, yang paling mudah dikenali. Ini mencakup hubungan seksual atau aktivitas intim lainnya di luar pernikahan atau hubungan asmara. Namun, Liza menekankan bahwa perselingkuhan emosional seringkali lebih merusak karena membangun kedekatan yang mendalam tanpa sentuhan fisik.

“Perselingkuhan emosional itu ketika seseorang berbagi rahasia terdalam, keluh kesah, atau bahkan momen-momen intim secara emosional dengan orang lain di luar pasangannya,” jelas Liza. Ia menambahkan bahwa ini bisa terjadi melalui percakapan mendalam, saling memberikan dukungan emosional yang seharusnya diberikan kepada pasangan, atau bahkan membandingkan pasangan dengan orang lain.

Lebih lanjut, Liza menyoroti fenomena perselingkuhan digital atau perselingkuhan di media sosial. “Ini sangat marak sekarang. Diam-diam bertukar pesan mesra, saling memuji berlebihan, atau bahkan bertukar foto pribadi dengan orang lain di platform online,” ujar Liza. Bentuk ini seringkali dianggap sepele, padahal dapat mengikis kepercayaan dan keintiman dalam hubungan yang sebenarnya.

Selain itu, ada pula perselingkuhan visual, yang mungkin terdengar ringan namun tetap berpotensi menimbulkan masalah. Ini bisa berupa kebiasaan melihat konten pornografi secara rutin tanpa sepengetahuan pasangan, atau terlalu sering mengagumi fisik orang lain secara berlebihan.

Liza juga menyebutkan perselingkuhan fantasai, di mana seseorang secara konsisten membayangkan atau berfantasi tentang orang lain selain pasangannya. Meskipun tidak melibatkan tindakan nyata, fantasi yang berulang dan intens ini dapat mengalihkan fokus emosional dari pasangan sah.

“Intinya, perselingkuhan terjadi ketika ada pengkhianatan kepercayaan, janji, atau komitmen yang dibuat dalam sebuah hubungan,” pungkas Liza. Ia berharap dengan mengenali berbagai jenis perselingkuhan ini, pasangan dapat lebih waspada dan menjaga komunikasi yang sehat untuk mencegah timbulnya masalah dalam hubungan mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp