Sebuah program skrining kanker kolorektal (CRC) yang memanfaatkan tes imunokimia feses (FIT) di Spanyol dilaporkan berhasil menurunkan angka kematian secara signifikan. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open ini menunjukkan penurunan mortalitas CRC sebesar 50% dalam kurun waktu 21 tahun.
Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengumpulkan bukti ilmiah jangka panjang di tingkat populasi mengenai dampak nyata dari program skrining CRC terorganisir berbasis FIT terhadap angka kematian. “Penelitian kami dimotivasi oleh tantangan klinis utama: kebutuhan untuk menghasilkan bukti jangka panjang, pada tingkat populasi, mengenai dampak nyata dari program skrining kanker kolorektal terorganisir berbasis FIT terhadap mortalitas,” ujar Luis Bujanda, MDPhD, profesor kedokteran di Donostia University Hospital, San Sebastián, Spanyol, kepada Healio.
Meskipun skrining FIT telah banyak diterapkan, data yang kuat untuk menggambarkan efektivitasnya dalam jangka panjang masih terbatas. Tim peneliti di Spanyol berupaya mengisi kesenjangan pengetahuan ini dengan menganalisis data dari program skrining yang telah berjalan lama.
Hasil studi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai keunggulan skrining FIT dalam mengurangi dampak mematikan dari kanker kolorektal. Penurunan angka kematian sebesar 50% menjadi bukti kuat efektivitas program ini dalam menyelamatkan nyawa masyarakat.
