Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan keamanan yang diperluas, mendesak konsumen untuk menghindari suplemen pelangsing botani tertentu yang teridentifikasi mengandung oleander kuning yang beracun. Identifikasi ini muncul setelah analisis laboratorium mendeteksi adanya tanaman mematikan tersebut dalam produk yang seharusnya berbahan dasar tejocote atau biji Brasil.
Temuan terbaru ini menambah daftar produk yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh FDA memiliki kandungan berbahaya. Analisis menunjukkan bahwa tiga produk tambahan yang dijual secara daring, yang seharusnya mengandung akar tejocote (Crataegus mexicana) atau biji Brasil, ternyata malah mengandung oleander kuning (Thevetia peruviana). Oleander kuning adalah tanaman beracun yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah.
Menurut FDA, konsumsi produk-produk yang terkontaminasi oleander kuning ini dapat menimbulkan berbagai efek samping yang serius. Efek yang dilaporkan meliputi gangguan neurologis, masalah pencernaan, serta kejadian kardiovaskular yang dapat berakibat fatal. Tingkat keparahan efek samping tersebut dapat sangat membahayakan kesehatan.
Menyikapi potensi bahaya yang ditimbulkan, FDA sangat menyarankan konsumen untuk segera menghentikan penggunaan produk-produk tersebut dan membuangnya. Bagi individu yang telah mengonsumsi salah satu dari produk yang dipermasalahkan, disarankan untuk segera mencari bantuan medis.
