Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Selasa (11/6/2024) mengumumkan keputusan mengejutkan untuk memecat Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi. Langkah ini diambil menyusul serangkaian protes yang melanda negara tersebut dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh pencopotan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov yang populer.
Sumber-sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa ketegangan di kalangan petinggi militer dan pemerintahan telah meningkat signifikan. Protes yang awalnya bersifat sporadis kini berkembang menjadi gerakan yang lebih terorganisir, menuntut pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan yang dianggap merugikan.
“Keputusan ini diambil demi efektivitas operasional dan penyegaran kepemimpinan,” ujar seorang pejabat kepresidenan yang meminta anonimitasnya dijaga. “Presiden menilai perlunya perubahan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.”
Pencopotan Fedorov, yang dikenal luas karena visinya dalam modernisasi militer dan penggunaan teknologi, menjadi titik pemicu utama gelombang ketidakpuasan. Para demonstran menyoroti bahwa penggantian Fedorov dilakukan tanpa transparansi yang memadai dan dianggap sebagai langkah mundur bagi upaya reformasi pertahanan Ukraina.
Jenderal Syrskyi, yang baru menjabat sebagai Panglima Tertinggi pada Februari 2024, menghadapi kritik keras terkait strategi militer yang dinilai kurang efektif dalam menghadapi serangan Rusia. Meskipun demikian, beberapa pihak masih membela rekam jejaknya dalam mempertahankan posisi penting di awal invasi.
“Ini bukan hanya soal satu atau dua orang, ini adalah tentang arah negara kita dan bagaimana kita mempersiapkan diri untuk masa depan,” kata seorang demonstran yang ikut serta dalam aksi di Kyiv. “Kami ingin kepemimpinan yang kuat, transparan, dan yang benar-benar mendengarkan rakyat.”
Belum ada pernyataan resmi dari Jenderal Syrskyi mengenai pemecatannya. Namun, langkah ini diperkirakan akan memicu perdebatan lebih lanjut mengenai stabilitas politik dan militer di Ukraina di tengah situasi geopolitik yang masih genting.
