Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap raksasa energi seperti ExxonMobil dan Chevron, menyuarakan kekecewaan atas keuntungan besar yang mereka raih sementara harga bensin di tingkat konsumen tetap tinggi. Trump secara terbuka meminta perusahaan-perusahaan ini untuk menurunkan harga bahan bakar, sebuah pernyataan yang menandakan potensi ketegangan dalam hubungan yang sebelumnya terlihat harmonis antara Gedung Putih dan industri minyak.
Dalam serangkaian cuitan pada Rabu (28/11/2018), Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak tersebut “mendapatkan terlalu banyak uang” dan tidak memberikan kontribusi yang cukup dalam hal menurunkan biaya energi bagi masyarakat Amerika. Ia secara spesifik menyebutkan Exxon dan Chevron sebagai contoh perusahaan yang diuntungkan oleh situasi pasar saat ini.
“Perusahaan-perusahaan minyak kita, seperti Exxon dan Chevron, menghasilkan rekor keuntungan, dan kami tidak meminta mereka untuk menurunkan harga bensin. Ini tidak adil,” tulis Trump pada akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, pada pukul 10:20 pagi.
Lebih lanjut, Trump menekankan bahwa ia telah berupaya keras untuk mendukung industri minyak melalui kebijakan-kebijakan pemerintahannya. Ia merasa perusahaan-perusahaan tersebut belum berbalas budi dengan menurunkan harga yang dibayarkan oleh konsumen di pompa bensin. “Saya melakukan banyak hal untuk industri energi, dan sekarang mereka menghasilkan banyak uang, dan kita tidak melihat penurunan harga,” keluhnya.
Kritik Trump ini datang di tengah fluktuasi harga minyak mentah global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor geopolitik dan ekonomi. Meskipun demikian, Presiden AS merasa perusahaan-perusahaan besar memiliki ruang untuk memberikan keringanan kepada konsumen. Permintaan ini menggarisbawahi fokus Trump pada isu ekonomi dan bagaimana kebijakan energi dapat berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga Amerika.
