Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
DUNIA

Prancis Kenakan ‘Pajak Sampah’ untuk Pakaian Ultra-Cepat, Shein dan Temu Jadi Sasaran

Oleh Rini Widiyarti September 2, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Pemerintah Prancis meluncurkan langkah baru untuk memerangi dampak lingkungan dari industri mode cepat. Mulai tahun 2025, Prancis akan memberlakukan biaya tambahan pada pakaian yang dikategorikan sebagai ‘ultra-fast fashion’, menargetkan merek-merek seperti Shein dan Temu yang dikenal dengan produksi massal dan harga terjangkau.

Langkah ini merupakan bagian dari undang-undang anti-sampah Prancis yang bertujuan untuk mendorong praktik produksi yang lebih berkelanjutan. Biaya yang dikenakan diperkirakan akan meningkat secara bertahap, mencapai hampir 20 Euro per pakaian pada tahun 2030. Dana yang terkumpul dari biaya ini akan dialokasikan untuk mendukung industri tekstil yang lebih ramah lingkungan, termasuk mendaur ulang pakaian dan mendorong penggunaan bahan yang lebih berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup Prancis, Christophe Béchu, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mengatasi ‘dampak lingkungan yang luar biasa’ dari mode cepat. Ia menyoroti bahwa produksi pakaian yang berlebihan dan cepat habis pakai telah menciptakan masalah limbah yang signifikan. “Kami tidak bisa lagi mengabaikan jejak ekologis dari industri ini,” ujar Béchu dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan-perusahaan yang memproduksi pakaian dalam jumlah besar dengan siklus produksi yang sangat singkat dan harga yang sangat rendah akan menjadi sasaran utama dari kebijakan ini. Merek-merek seperti Shein dan Temu, yang telah mendapatkan popularitas besar di kalangan konsumen muda berkat penawaran produk yang terus-menerus diperbarui dan harga yang sangat kompetitif, diperkirakan akan merasakan dampak terbesar dari biaya baru ini.

Selain biaya tambahan, undang-undang ini juga mencakup ketentuan lain yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan tanggung jawab produsen. Hal ini termasuk kewajiban bagi merek untuk menginformasikan konsumen mengenai dampak lingkungan dari produk mereka dan untuk memastikan bahwa pakaian dapat didaur ulang. Prancis berharap kebijakan ini tidak hanya akan mengurangi limbah tekstil, tetapi juga mendorong konsumen untuk membuat pilihan yang lebih sadar lingkungan saat berbelanja pakaian.

Bagikan: Facebook X WhatsApp