Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program subsidi energi pemerintah Indonesia telah berhasil menjangkau sebanyak 66,4 juta rumah tangga di seluruh nusantara. Angka ini secara signifikan melebihi jumlah penduduk negara Singapura. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo pada sebuah kesempatan di mana ia menyoroti capaian program subsidi yang dijalankan oleh pemerintah.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo merinci bahwa dari total 66,4 juta rumah tangga penerima, terdapat 18,8 juta rumah tangga yang terdaftar sebagai penerima subsidi LPG 3 kilogram. “Program subsidi kita, pertama, LPG 3 kilogram, itu 18,8 juta rumah tangga. Kemudian, untuk subsidi pupuk, itu 12,8 juta petani. Subsidi BBM, itu 16,7 juta kendaraan. Dan subsidi listrik, itu 18,8 juta rumah tangga,” jelas Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip.
Dengan demikian, total penerima manfaat dari berbagai program subsidi energi yang dikelola pemerintah mencapai angka yang sangat besar. Presiden Prabowo menekankan bahwa program-program ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rumah tangga yang membutuhkan.
Presiden Prabowo juga membandingkan jumlah penerima subsidi LPG dengan populasi negara tetangga. Ia menyebutkan bahwa 66,4 juta rumah tangga yang mendapatkan subsidi LPG 3 kilogram jauh melampaui jumlah penduduk Singapura yang diperkirakan sekitar 5,9 juta jiwa. Perbandingan ini digunakan untuk menggarisbawahi skala dan cakupan besar dari program subsidi energi yang dilaksanakan di Indonesia.
Angka-angka yang disampaikan oleh Presiden Prabowo mencakup berbagai sektor subsidi, mulai dari energi seperti LPG dan Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga sektor pertanian melalui subsidi pupuk dan sektor kelistrikan. Rincian tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memberikan dukungan secara merata kepada berbagai lapisan masyarakat dan sektor strategis.
